Sambut Libur Nataru, Legislatif Desak Pemkot Yogya Maksimalkan Potensi Pariwisata
Kalangan legislatif mendorong Pemkot Yogya untuk memaksimalkan segala potensi pariwisata jelang libur Natal dan tahun baru (Nataru).
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan legislatif mendorong Pemkot Yogya untuk memaksimalkan segala potensi pariwisata jelang libur Natal dan tahun baru (Nataru).
Sekaligus, mengoptimalkan pelayanannya, supaya wisatawan yang berkunjung meninggalkan kesan positif selepas bertamasya di Kota Pelajar.
Sekretaris Komisi B DPRD Kota Yogya, Munazar, menandaskan, bahwa Dinas Pariwisata (Dispar) wajib memperhatikan hal-hal krusial itu selama Nataru.
Persiapan pun harus dilakukan sedini mungkin, untuk memastikan sarana prasarana dalam kondisi terbaik sebelum menerima fenomena lonjakan pelancong.
"Kami mengingatkan dinas terkait agar memastikan fasilitas umum di destinasi wisata harus tetap terjaga dengan baik, mulai dari kebersihan, keamanan, hingga kemudahan akses informasi bagi wisatawan," tandasnya, Rabu (11/12/24).
Ia menyoroti perlunya sinergi dengan pelaku usaha pariwisata seperti penginapan, restoran dan tempat rekreasi, untuk menciptakan sebuah kolaborasi.
Baca juga: Anggota DPRD Kota Yogya Minta Pemerintah Maksimalkan Layanan Kepada Wisatawan Selama Libur Nataru
Selain itu, risiko seperti kemacetan lalu lintas dan potensi meningkatnya volume sampah di area-area yang ramai dipadati pengunjung, tak boleh luput dari sorotan pemerintah.
"Kami berharap Dinas Pariwisata dan dinas terkait bisa mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi persoalan-persoalan kemacetan dan pengelolaan sampah, agar liburan akhir tahun dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti," jelasnya.
Yang tak kalah penting, lanjut Munazar, eksekutif juga harus memberikan perhatian penuh kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dengan harapan, mereka tidak sebatas menjadi penonton dan bisa ikut memanfaatkan momentum libur panjang ini untuk meningkatkan pundi-pundi pendapatan.
"Ya, UMKM juga perlu diberikan perhatian, misalnya dengan menyediakan lokasi strategis untuk bazar atau pameran produk-produk lokal," cetusnya.
Politikus Partai Golkar itu menegaskan, peranan nyata UMKM dalam menggerakkan roda perekonomian di Kota Yogya jelas tidak bisa disepelekan.
Munazar mengungkapkan, faktor UMKM selama ini terbukti bisa memperkuat daya tarik khas Yogyakarta sebagai daerah kunjungan wisata utama di tanah air.
"Produk-produk lokal seperti kerajinan, makanan khas, dan oleh-oleh, itu kan memiliki nilai jual tinggi. Pemerintah perlu memastikan dukungan untuk mereka. Bisa dengan pelatihan, promosi, atau kemudahan izin untuk beroperasi di area pariwisata," ungkapnya.
"Dengan memaksimalkan aspek-aspek krusial, harapan kami, Kota Yogya tidak hanya memberi pengalaman liburan yang mengesankan bagi wisatawan, tetapi juga mendorong roda perekonomian masyarakat lokal," imbuh Munazar.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogya, Wahyu Hendratmoko, mengatakan, kolaborasi dengan berbagai pihak bakal dilakukannya untuk mengerek daya tarik pariwisata.
Khususnya, untuk mendongkrak lama tinggal atau length of stay wisatawan di Kota Yogya, yang kini sudah terealisasi 1,76 hari, dari target 1,8 hari di 2024.
"Prediksi di bulan Desember di Kota Yogya akan ada pergerakan wisatawan, atau pemudik sebanyak 1.450.000 orang. Ini jelas potensi pasar yang dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kota Yogya," ujarnya. (aka)
Pengelola Sungai Mudal Kulon Progo Jeaskan Kabar Wisatawan Kuras Sungai Cari Gelang Emas yang Hilang |
![]() |
---|
Volume Wisman Gunakan Kereta Api di Daop 6 Yogyakarta Meningkat 77 Persen |
![]() |
---|
Wisatawan Domestik Padati DIY, Kunjungan Turis Asing Masih Seret |
![]() |
---|
480 Wisatawan Tersengat Ubur-ubur di Pantai Parangtritis |
![]() |
---|
Mengapa Kunjungan Wisman ke Jogja Turun di Semester I 2025? Ini Jawabannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.