Pemkab Sleman Targetkan Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tahun Depan
Sektor pariwisata masih menjadi andalan lokomotif pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sleman.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Deflasi yang berkepanjangan menyebabkan dampak negatif bagi pelaku usaha karena produknya tidak terjual. Imbasnya, aktivitas ekonomi akan melambat.
Pemkab Sleman telah melakukan sejumlah program untuk mengantisipasi dampak turunnya perekonomian pasca deflasi beruntun.
Satu di antaranya dengan menerbitkan Instruksi Bupati (Inbup) Sleman nomor 20 Tahun 2024 tentang Pola Tanam Cabai dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah. Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai upaya mewujudkan ketersediaan komoditas cabai secara berkelanjutan dengan melakukan tanam cabai di luar musim atau off season.
Di lain sisi, Bupati Sleman juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0633 Tahun 2024 tentang Gerakan Membeli Sayuran Petani (Gemati). Lewat edaran tersebut, pegawai di lingkungan Pemkab Sleman diimbau berbelanja paket sayuran hasil budidaya petani lokal.
Hasilnya selama jangka waktu 12 hari dari tanggal 17-28 Oktober 2024 telah terjual sebanyak 2.106 paket sayuran. Adapun harga sayuran Rp 20.000 per paket, yang artinya perputaran uang mencapai lebih dari Rp 42 juta.
"Dengan semakin banyak sayuran petani yang dibeli oleh pegawai, dapat menggerakkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan petani," kata dia.(rif)
| Tak Cuma Kereta Gantung Prambanan, Sleman Juga Buka Keran Investasi Cimory dan Taman Bunga Celosia |
|
|---|
| Sambut Hari Jadi ke-110, Pemkab Sleman Salurkan Bantuan RTLH Hingga Sembako di Tempel |
|
|---|
| Pertumbuhan Ekonomi Melaju Tinggi, Pakar Ekonomi UMBY: Waspadai Efek Semu Stimulus Jangka Pendek |
|
|---|
| Sasar Kawasan Pasar Godean, Rute Trans Jogja Jalur 13 Diperpanjang hingga Stadion TGP |
|
|---|
| BI DIY Optimistis Ekonomi DIY Tumbuh 5,7 -6,5 Persen Tahun 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fun4.jpg)