Pilkada Gunungkidul 2024
Partisipasi Pemilu di Gunungkidul Turun, Sekitar 150 Ribu Warga Tidak Memilih di Pilkada 2024
Total yang menyalurkan suara atau yang berpartisipasi dalam pemilihan sebanyak 457.381 orang atau 74,51 persen.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Jumlah warga di Kabupaten Gunungkidul yang tidak menyalurkan hak pilihnya di Pilkada Gunungkidul 2024 mencapai sekitar 150 ribu orang atau sekitar 25,49 persen.
Berdasarkan pendataan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 612.421 orang.
Total yang menyalurkan suara atau yang berpartisipasi dalam pemilihan sebanyak 457.381 orang atau 74,51 persen.
Dengan rincian total suara sah sebanyak 440.298 orang dan suara tidak sah 17.083 orang.
Ketua KPU Gunungkidul Asih Nuryanti mengakui partisipasi pemilih memang mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Pilkada 2020, yang mencapai 80 persen.
Pihaknya pun menduga terjadinya penurunan partisipasi Pilkada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, dimungkinkan ada kaitannya dengan Covid-19.
"Kami juga belum mengetahui pasti penyebabnya (penurunan), mungkin angka partisipasi pemilih 2020 lalu itu tinggi dikarenakan ada Covid-19 dan juga banyak PHK sehingga banyak orang yang balik ke kampung, maka yang memilih banyak. Tetapi sekali lagi, kami belum menganalisis sejauh itu,"ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (2/12/2024).
Lebih jauh, Asih menjelaskan sebenarnya jika dilihat dari grafik Pilkada sebelum tahun 2020, angka partisipasi pemilih selalu berada di kisaran angka 70 persen.
"Kalau dilihat ke belakang, Pilkada sebelum 2020, itu angka partisipasi pemilihnya rata-raga di angka 70 persenan. Memang yang paling tinggi itu, pada Pilkada 2020 kemarin itu,"ucapnya.
Tidak jauh berbeda, Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Andang Nugroho mengatakan belum mengetahui pasti penyebab menurunnya angka partisipasi pemilih di wilayahnya.
Akan tetapi, dari pemetaan kerawanan pemilih yang dibuat Bawaslu salah satu indikator yang dikhawatirkan dapat berpotensi mempengaruhi tingkat kehadiran pemilih yakni digabungnya TPS.
"Sewaktu pemetaan kerawanan itu, ada kekhawatiran terkait penggabungan TPS, sebab ada beberapa pemilih jadi lebih jauh. Namun, kami sampaikan perlu penelitian lebih dalam terkait menurunnya angka partisipasi pemilih ini," ujarnya.
Di sisi lain, menurutnya faktor lain yang dimungkinkan juga dapat mempengaruhi tingkat kehadiran pemilih yakni faktor cuaca.
"Ini kan musim hujan ya, bisa jadi ini juga mempengaruhi," terang dia.
Jadi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Gunungkidul, Endah-Joko Siap Jalankan Program yang Dijanjikan |
![]() |
---|
KPU Gunungkidul Tetapkan Paslon Endah Subekti -Joko Parwoto Sebagai Bupati-Wakil Bupati Terpilih |
![]() |
---|
Profil Joko Parwoto Wakil Bupati Terpilih di Pilkada Gunungkidul 2024 Total Harta Rp 11,3M |
![]() |
---|
Profil Endah Subekti Kuntariningsih Bupati Terpilih di Pilkada Gunungkidul 2024 Total Harta Rp 5,1M |
![]() |
---|
Ribuan Sampah Sisa APK di Gunungkidul, DLH Minta Didaur Ulang, Jangan Dibuang di TPA |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.