Pilkada Gunungkidul 2024

Kalah Versi Quick Count Pilkada Gunungkidul 2024, Petahana Ucapkan Selamat pada Paslon Endah-Joko

Petahana calon bupati Gunungkidul Sunaryanta memberikan ucapan selamat kepada paslon nomor urut 2 Endah Subekti-Joko Parwoto

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Istimewa
Momen paslon Sunarya-Mahmud Ardi Widanto saat mendatangi kediaman Endah Subekti Kuntariningsih, pada Kamis (28/11/2024) malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Petahana calon bupati Gunungkidul Sunaryanta memberikan ucapan selamat kepada paslon nomor urut 2 Endah Subekti-Joko Parwoto, atas keunggulan suara versi penghitungan cepat pada Pilkada Gunungkidul 2024. 

Sunaryanta hadir bersama pasangannya, calon wakil bupati  Mahmud Ardi Widanto, dengan mendatangi langsung ke kediaman Endah Subekti, di Padukuhan Geblug, Kalurahan Ponjong, Kamis (28/11/2024) malam.

Sunaryanta mengatakan maksud kunjungannya tersebut untuk menyampaikan selamat atas keunggulan suara berdasarkan penghitungan cepat Pilkada Gunungkidul

"Pesta demokrasi sudah berakhir  ada yang menang dan pasti ada yang kalah. Rakyat pun sudah menentukan sehingga kami bersama Mas Ardi mengucapkan selamat kepada Bu Endah,"ucapnya dalam keterangannya yang diterima Tribunjogja.com , pada Jumat (29/11/2024).

Dia juga menyampaikan agar  melanjutkan pembangunan Gunungkidul bersama-sama.

“Bagaimanapun, Gunungkidul ini milik kita bersama. Mari kita bagun bersama-sama juga,"tuturnya.

Tak hanya itu, dia juga meminta maaf jika selama proses Pilkada kemarin terjadi dinamika politik.

Serta, meminta untuk kepemimpinan selanjutnya agar memperhatikan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). 

"PR pembangunan.di  Gunungkidul yang harus terus dilakukan menyangkut SDM. SDM yang baik akan mendukung kemajuan berbagai aspek di suatu daerah,"paparnya.

Menanggapi kedatangan Sunaryanta – Ardi, calon bupati Endah Subekti menghaturkan terimakasih.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf jika  selama pesta demokrasi terjadi kesalahpahaman antar tim pasangan calon (paslon).

Menurutnya, pesta demokrasi bukanlah ajang pertempuran.

Tetapi, sebatas mencari pemimpin penerus pembangunan

“Kami akan tetap banyak berkomunikasi dengan Bapak Sunaryanta. Ia punya banyak pengalaman memimpin yang masih kami butuhkan,” tandas Endah ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved