Rangkuman Pengetahuan Umum

Rangkuman Materi Sejarah Kelas 12 SMA Bab 1 Unit B Bagian 1: Perebutan Lahan Kekuasaan dari Jepang

Rangkuman materi Sejarah Kurikulum Merdeka Kelas 12 SMA Bab 1 Unit B Bagian 1 mengenai Pergolakan di Awal Revolusi.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Buku Sejarah Kurikulum Merdeka Kelas 12 SMA
Buku Sejarah Kelas 12 SMA 

TRIBUNJOGJA.COM – Kemenangan Sekutu atas Jepang membawa angin segar bagi bangsa Indonesia. 

Namun, harapan untuk segera merdeka ternyata tak semudah itu. 

Negara-negara besar saling berebut pengaruh di wilayah Asia Tenggara. 

Lantas bagaimana situasi Indonesia di tengah pergulatan kepentingan internasional?

Kali ini kita akan belajar materi Sejarah kelas 12 SMA Kurikulum Merdeka Bab 1 tentang Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan terkhusus Pergolakan di Awal Revolusi. 

Materi ini dilansir dari buku Sejarah karya Martina Safitry, Indah Wahyu Puji Utami, dan Aan Ratmanto. 

Pada materi kali ini, siswa diharapkan mampu menggunakan sumber-sumber sejarah untuk menganalisis secara kritis dinamika perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya dari upaya Belanda yang ingin menduduki kembali wilayah jajahan serta merefleksikan sejarah perjuangan bangsa untuk kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang.

Buku Sejarah Kelas 12 SMA
Buku Sejarah Kelas 12 SMA (Buku Sejarah Kurikulum Merdeka Kelas 12 SMA)

Berikut di bawah ini rangkuman materi Sejarah Kurikulum Merdeka Kelas 12 SMA Bab 1 Unit B Bagian 1

Pergolakan di Awal Revolusi

Pada masa awal kemerdekaan, situasi keamanan sangat kacau dan terjadi pergolakan di berbagai daerah. 

Perselisihan dan pertempuran tersebut memakan banyak korban di antara rakyat Indonesia sendiri.

Secara umum, pergolakan di masa awal revolusi ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu revolusi sosial dan pergolakan melawan tentara asing.

Adapun sejarawan Michael Wood mendefinisikan revolusi sosial di masa awal kemerdekaan Indonesia sebagai serangkaian peristiwa yang terjadi pada tahun 1945—1946 ketika para pemimpin lokal, bangsawan, pemilik perkebunan, dan orang-orang yang dianggap sebagai kolaborator Jepang dan Belanda menjadi sasaran amukan massa.

Menurut sejarawan Sartono Kartodirjo dan M.C. Ricklefs, berbagai peristiwa itu merupakan ledakan kemarahan saat rakyat mengalami berbagai penindasan dan ketidakadilan di masa sebelumnya.

Pada masa awal kemerdekaan, situasi masih belum stabil dan pemerintah pusat belum mampu mengendalikan keamanan di berbagai daerah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved