Salat Witir: Penutup Ibadah Malam
Salat witir, yang ditandai dengan jumlah rakaat yang ganjil, memiliki keistimewaan tersendiri.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM – Dalam Islam, terdapat banyak ibadah yang memiliki keistimewaan yang besar.
Salah satunya ialah salat witir.
Salat witir merupakan salah satu ibadah sunah yang dianjurkan dalam Islam.
Salat witir, yang ditandai dengan jumlah rakaat yang ganjil, memiliki keistimewaan tersendiri.
Berikut ini kita akan membahas lebih mendalam tentang salat witir serta maknanya.
a. Definisi Witir
Secara bahasa, witir berarti ganjil.
Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إنَّ اللهَ وِتْرٌ، يُحِبُّ الْوِتْرَ
“Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai bilangan ganjil,” (HR. Bukhari)
b. Dalil/Referensi
Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah saw., menganjurkan umat Islam untuk menunaikan salat witir.
Sebagaimana Rasulullah saw., bersabda,
عَنْ أَبي نضرة عَنْ أبي سَعِيدٍ الحذري أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قالَ أَوْتِرُوا قَبْلَ أَنْ تُصْبِحُوا
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Salat-Witir.jpg)