Salat Witir: Penutup Ibadah Malam

Salat witir, yang ditandai dengan jumlah rakaat yang ganjil, memiliki keistimewaan tersendiri.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
iStockphoto: Salat
Ilustrasi Salat 

3) Surah yang dibaca pada Salat Witir

Dan sunah bagi orang yang salat witir tiga rakaat, membaca surah al-A’la pada rakaat pertama, surah al-Kafirun pada rakaat kedua, surah al-Ikhlas dan al-Muawwidatain di rakaat ketiga, karena mengikuti nabi. 

Anjuran ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah saw bersabda,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الرَّكْعَةِ الْأَوْلَى بِ سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وفي الثانية بِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَفِي الثَّالِثَةِ بِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَالْمُعْوَذَتَيْنِ

Artinya: “Rasulullah melakukan sholat witir tiga rakaat setelah Isya. Pada rakaat pertama membaca surat Al-A'la, rakaat kedua membaca surat Al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca surat Al-Ikhlas." (HR At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah).

 

4) Niat Salat Witir

Salat Witir Satu Rakaat

أَصَلَّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تعَالَى

Latin: Usholli sunnatal witri rak'atan mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta'aala.

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat sunah witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala”.

 

Salat Witir Dua Rakaat

أَصَلَّى سُنَّةَ مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli sunnatal witri rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta'aala.

Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat sunnah witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala”.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved