Cuaca Ekstrem Mengintai DIY, Ini 11 Langkah Penting Saat Angin Kencang
Cuaca ekstrem makin sering melanda DIY. Ini 11 langkah penting menghadapi angin kencang agar tetap aman, waspada, dan siap menghadapi risiko bencana.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Angin kencang berisiko tinggi menyebabkan bencana hidrometeorologi, sehingga masyarakat perlu waspada dan memantau informasi cuaca.
- Hindari aktivitas di luar ruangan dan tempat rawan seperti di bawah pohon, baliho, atau bangunan rapuh.
- Siapkan perlindungan aman, patuhi instruksi evakuasi, dan simpan nomor darurat untuk keselamatan diri dan keluarga.
TRIBUNJOGJA.COM – Cuaca ekstrem kembali mengintai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hujan lebat yang disertai angin kencang dilaporkan semakin sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini memicu meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, pohon tumbang, hingga kerusakan bangunan dan infrastruktur.
Dikutip Tribunjogja.com dari laman resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, bpbd.jogjaprov.go.id.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, khususnya angin kencang.
Angin kencang merupakan angin dengan kecepatan tinggi yang dapat menimbulkan kerusakan serius.
Fenomena ini sering muncul bersamaan dengan badai, hujan deras, atau perubahan cuaca ekstrem lainnya.
Dampaknya tidak hanya merugikan secara material, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan jiwa manusia jika tidak diantisipasi dengan baik.
Penting bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah tepat yang harus dilakukan ketika angin kencang terjadi.
Berikut 10 hal penting yang perlu diperhatikan berdasarkan panduan BPBD DIY dan berbagai sumber resmi kebencanaan.
1. Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan iklim
Hujan ekstrem, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan puting beliung adalah contohnya.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan, seperti wilayah bantaran sungai, lereng perbukitan, dan kawasan dengan drainase buruk, perlu meningkatkan kewaspadaan.
Pantau kondisi lingkungan sekitar, terutama saat hujan turun dalam intensitas tinggi disertai angin kencang.
Jika terdapat tanda-tanda seperti air mulai meluap, tanah retak, atau pohon mulai miring, segera cari tempat aman dan laporkan kepada pihak terkait.
Baca juga: Mengapa Angin di Sleman Hari Ini Bertiup Kencang, Begini Penjelasan BMKG
2. Menghindari Aktivitas di Tempat yang Rawan
| Tangkal Dampak Negatif Disrupsi Digital, DIY Implementasikan Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah |
|
|---|
| Road to MJM 2026, Bank Mandiri Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan di Sepanjang Jalur Marathon |
|
|---|
| Aturan Larangan Pekerjaan Ganda Gugurkan 2 Anggota Ombudsman DIY, Sri Sultan HB X Ingatkan Hal Ini |
|
|---|
| Disperindag DIY Pastikan Pabrik Es Kristal di Kalasan Tutup Sementara Imbas Kebocoran Gas Amonia |
|
|---|
| Penitipan Bayi Tanpa Izin di Pakem Sleman, DP3AP2 DIY Pastikan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ini-Penyebab-Angin-Kencang-Sapu-Sejumlah-Wilayah-Termasuk-Yogyakarta.jpg)