Penataan Lanjutan Alun-Alun Wonosari, DLH Gunungkidul Usulkan Anggaran Rp6,3 Miliar
DLH Kabupaten Gunungkidul mengusulkan anggaran sebesar Rp6,3 miliar dari APBD TA 2025, untuk penataan lanjutan kawasan Alun-Alun Wonosari.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul mengusulkan anggaran sebesar Rp6,3 miliar dari APBD TA 2025, untuk penataan lanjutan kawasan Alun-Alun Wonosari.
Kepala DLH Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan nilai anggaran tersebut didapat setelah diselesaikannya Masterplan untuk penataan lanjutan kawasan tersebut.
"Untuk Masterplan pembangunan lanjutan sudah selesai kami susun, yang jelas saat ini tinggal menunggu persetujuan dari Pemkab Gunungkidul dan DPRD soal nilai anggaran yang kami usulkan,"ucapnya saat dikonfirmasi pada Selasa (19/11/2024).
Dari Masterplan yang dibuat, kata dia, direncana penataan lanjutan kawasan Alun-Alun Wonosari akan dibuat seperti ruang terbuka hijau.
Di mana, akan ditambahkan berupa beberapa tanaman dan pohon di sekelilingnya. Serta, akan dipercantik dengan lampu taman dan hiasan bola batu di bagian sudut luar dari Alun-alun Wonosari.
"Selain itu, pedestarian yang mengelilingi Alun alun juga bakal diperlebar lagi, agar pejalan kaki semakin nyaman,"ucapnya.
Untuk target pengerjaan sendiri, Harry mengaku akan dibagi dalam beberapa tahapan tergantung dengan kemampuan anggaran daerah yang disetujui.
"Jadi, untuk pembangunannya tetap mengikuti kemampuan uang daerah, dari estimasi usulan anggaran Rp6,3 miliar tadi, yang disetujui berapa besarannya apakah full atau malah hanya setengahnya saja. Namun, kami targetkan tahun depan sudah ada pengerjaan,"terang dia.
Baca juga: SMK Kesehatan Binatama Beri Wawasan Peluang Karir Lewat Jobfair dan Edufair di SCH
Harry menjelaskan penataan kawasan Alun-Alun Kabupaten Gunungkidul sebenarnya sudah dilakukan sejak 2022 lalu.
Hal ini lantaran adanya kemiringan kontur tanah di Alun-alun yang memiliki kondisi tidak seimbang, di mana sisi barat lebih tinggi dibanding dengan sisi timur.
Akibat kondisi itu membuat tanah tidak mampu menyerap air saat musim hujan tiba.
"Jadi, sebenarnya proses penataan itu sudah kami lakukan sejak 2022 lalu, dan tahun depan rencana untuk melanjutkan pembangunannya, karena memang pengerjaan penataan kawasan Alun-Alun dibuat leveling atau bertahap, yang mana pengerjaannya menyesuaikan dengan kemampuan daerah tadi,"jelasnya.
Selain itu, Harry menambahkan penataan kawasan ini juga dalam rangka mempertahankan penghargaan Adipura yang didapatkan Kabupaten Gunungkidul pada tahun ini.
Yang mana selama 32 tahun lamanya Kabupaten Gunungkidul tidak pernah meraih penghargaan tersebut.
"Dengan membangun Alun-alun Wonosari yang lebih asri dan nyaman ini juga sebagai komitmen untuk mempertahankan predikat kota Adipura yang telah diraih,"tandasnya. (ndg)
| Lima Tambang Ilegal di Gunungkidul Ditutup Polisi |
|
|---|
| Tanjakan Clongop Kembali Longsor, Batu Seukuran Mobil Tutupi Badan Jalan Utama Gedangsari-Klaten |
|
|---|
| Target 93 Ribu, Realisasi 210 Ribu! Kunjungan Wisatawan Capai 225 Persen dari Proyeksi |
|
|---|
| Kronologi Lengkap Pemancing Warga Sleman Hilang di Tebing Grendan Gunungkidul |
|
|---|
| Pengerjaan Drainase Alun-alun Wonosari Ditarget Selesai Akhir Desember |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemkab-Gunungkidul-Rayakan-Hari-Jadi-ke-194-Momentum-Menuju-Gunungkidul-Maju-Sejahtera-dan-Guyup.jpg)