Mantan Rektor UGM Berpulang

Pihak Keluarga Ungkap Prof Ichlasul Amal Sempat Diare dan Muntah Sebelum Meninggal Dunia

Pihak keluarga mengira sakit diare dan muntah-muntah yang dialmi Prof Alam tidak terlalu parah.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
Jenazah Prof Dr Ichlasul Amal disemayamkan di Balairung UGM, Kamis (14/11/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pihak keluarga mengungkap kronologi kematian rektor UGM periode 1998-2002, Profesor Dr Ichlasul Amal, yang berpulang pada Kamis (14/11/2024) dini hari tadi.

Jenazah Prof Dr Ichlasul Amal sempat disemayamkan di Balairung UGM untuk menjalani upacara penghormatan terakhir civitas akademika.

Perwakilan Keluarga besar Prof Ichlasul Amal, Titan Hermawan, mengatakan pada Kamis minggu lalu Prof Amal bepergian ke Jakarta menaiki mobil.

Sesampainya di Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB, dan malam harinya guru besar yang sempat menjabat Ketua Dewan Pers ini masih bersemangat untuk mengajar mahasiswanya.

Prof Amal juga sempat menjenguk besannya di Bandung yang masih dalam perawatan karena sakit.

"Ayah pergi-pulang sama ibu sekeluarga, saya tinggal di Bandung. Lalu esoknya saya dapat kabar dari Hera (istri) ayah masuk rumah sakit karena diare dan muntah," katanya, saat memberikan sambutan di Balairung UGM.

Baca juga: Mantan Rektor UGM Prof Ichlasul Amal Berpulang, Keluarga Kenang Mendiang sebagai Sosok Inspiratif

Pihak keluarga mengira sakit diare dan muntah-muntah yang dialmi Prof Alam tidak terlalu parah.

Namun pihak keluarga tetap membawa Prof Amal ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta.

"Akhirnya dirawat, saya pulang ke Jakarta. Saya nemui ayah masih minta alamat di Bandung kirim roti buat ayah saya," ungkap Titan.

Selang tiga hari kemudian, Prof Amal sembuh dari keluhan diare dan muntah-muntah yang dialaminya dan bisa menjalani recovery di rumah.

Akan tetapi pada Kamis (14/11/2024) malam hari Prof Amal kembali merasakan keluhan yang sama.

Ia merasakan tidur gelisah dan lambung kembali terasa sakit hingga kembali muntah-muntah.

"Lalu Hera telepon RS Pondok Indah. Dikasih obat kemudian malamnya tidur tapi sangat gelisah. Jam 01.00 malam ibu membangunkan kami. Kami turun lari ayah muntah dan saya pegang nadinya," ungkapnya.

Mengetahui kondisi itu pihak keluarga memutuskan untuk membawa Prof Amal ke RSPI.

"Itu kami putuskan ke RSPI untuk coba diusahakan dan akhirnya tadi pagi dinyatakan tidak ada (meninggal) secara medis. 

Pihak keluarga turut menghaturkan permohonan maaf apabila semasa hidupnya Prof Amal melakukan kesalahan kepada keluarga besar UGM maupun ke semua rekan-rekannya.

"Saya mewakili keluarga mohon maaf apabila semasa hidup ayah kami berbuat salah, bapak-ibu mohon dimaafkan agar beliau bisa tenang," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved