Poktan di Galur Kulon Progo Terima Bantuan dari Kementan RI,

Fasilitas yang diberikan berupa bangunan, peralatan untuk mengolah cabai, hingga kendaraan sebagai sarana pengangkut dan transportasi

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Pj Bupati Kulon Progo, Srie Nurkyatsiwi (tengah), saat melihat proses pengemasan cabai merah keriting hasil panen di Bangsal Pascapanen di Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, Selasa (05/11/2024). 

Mengacu pada data, lahan cabai di Kulon Progo luasnya mencapai 2.211,46 hektare (ha) dengan potensi panen sebanyak 37.416 ton.

Lahan cabai di Kulon Progo terkonsentrasi di kawasan pantai selatan.

"Cabai merah dari Kulon Progo sudah dikenal luas karena kualitasnya yang tidak mudah busuk," kata Siwi.

Ia pun berharap petani memaksimalkan potensi tersebut dengan adanya fasilitas Bangsal Pascapanen.

Antara lain mengolah cabai menjadi berbagai bentuk hingga memperluas jangkauan pemasarannya.

Dukuh Gupit, Martono mengatakan luas lahan cabai di wilayahnya kurang lebih sekitar 30 ha.

Selain cabai, warganya juga membudidayakan komoditas hortikultura lainnya seperti cabai rawit, semangka, melon, hingga sejumlah jenis sayuran.

"Poktan kami pun sudah menerima berbagai bantuan untuk mendukung optimalisasi hasil panen," jelasnya.

Menurut Martono, pihaknya memanfaatkan sistem lelang untuk menjual hasil panen cabai.

Adapun cabainya dijual tak hanya di Pulau Jawa, namun hingga ke luar seperti Sumatera.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved