Pilkada Gunungkidul 2024

Debat Putaran Pertama Pilkada Gunungkidul 2024, Ini Kata Paslon Soal Kemiskinan Ekstrem 

Isu kemiskinan ekstrem  menjadi ajuan pertanyaan yang disampaikan moderator debat putaran pertama Pilkada Gunungkidul.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Tangkapan layar
Pelaksana debat putaran pertama Pilkada Gunungkidul, Rabu (23/10/2024) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL -- Pelaksanaan debat putaran pertama pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan pada Rabu (23/10/2024).


Adapun, dalam debat perdana ini ada empat panelis yakni Retno Agustin S.sos, M.Hum., M.Dev.Stu merupakan seorang peneliti atau senior GEDSI Konsultan Circle Indonesia.


Kemudian, Dr. Rahmat Muhajir Nugroho, S.H., M.H, merupakan dosen hukum tata negara Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Dr. Hakimul Ikhwan, M.A merupakan dosen Departemen Sosiologi Fisipol UGM. Dan, Washingatu Zakiyah, S.H;MH, merupakan Direktur Caksana Institute dan Advokat.


Dalam debat perdana tersebut, isu kemiskinan ekstrem  menjadi ajuan pertanyaan yang disampaikan moderator. Diketahui, jumlah masyarakat miskin di Gunungkidul mencapai 72 ribu orang dengan kategori kemiskinan ekstrem sebanyak 6 ribu orang.


Pada pertanyaan ini, diawali dijawab oleh  calon bupati nomor urut 3, Sunaryanta. Menurutnya angka kemiskinan di Gunungkidul telah mengalami penurunan. 


"Pemerintah dalam mengatasi kemiskinan ekstrem salah satunya dengan mengucurkan bantuan-bantuan. Kemudian, melakukan pemberdayaan masyarakat dan dasawisma, hingga masalah pendidikan ini harus diintervensi dengan memberikan bantuan berupa beasiswa untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem, ini bersama-sama dengan stakeholder lain untuk memerangi masalah kemiskinan estrem,"ujarnya.


Kemudian, calon bupati  nomor urut 2 Endah  mengatakan, untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem pihaknya akan membuat program unggulan kami warga gayeng
guyub, tani makmur, dan UMKM berdaya.


"Pertama akan melakukan jamininsasi kepada kelompok rentan, PKH. Kemudian, melakukan akses permodalan m, pelatihan usaha, penguatan lembaga koperasi untuk masyarakat miskin, rehabilitasi sosial, dan peningkatan kualitas infrastruktur di sektor pertanian, peningkatan pendidikan non formal, dan pengelolaan pelayanan kesehatan masyarakat,"ucapnya.


Sementara itu, calon bupati nomor urut 2 Sutrisna Wibawa mengatakan kemiskinan ekstrem harus mendapatkan perhatian khusus dengan cara membedakannya.


"Masyarakat kurang mampu jangan banyak dilolok oleh pemerintah. Tetapi, kita menyesuaikan kemampuan dan potensi masyarakat, lalu diberdayakan. Kalau dia potensinya berjuakan maka kita tuntun berjuakan. Kalau dia potensinya pertanian ya kita tuntun pertanian, intinya bagaimana keluarga yang masih mengalami kemiskinan ekstrem ini, harus memberdayakan dirinya dengan cara mengembangkan potensi dirinya, dan pemerintah mendampinginya,"tuturnya.


Untuk diketahui, tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Gunungkidul yang akan berkontestasi pada Pilkada mendatang, yakni nomor urut 1 Endah Subekti Kuntariningsih -Joko Parwoto, nomor urut 2 Sutrisna Wibawa-Sumanto, dan nomor urut 3 Sunaryanta-Mahmud Ardi Widanto ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved