Berita Bantul Hari Ini

Uji Coba Makan Siang Bergizi dan Gratis di Bantul Berjalan Lancar

Uji coba itu dilakukan di dua sekolah terpilih di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. 

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Neti Rukmana
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Uji coba makan siang bergizi gratis yang telah dimulai sejak beberapa waktu lalu, berjalan dengan lancar.

Uji coba itu dilakukan di dua sekolah terpilih di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. 

"Sampai saat ini, uji coba makan siang bergizi dan gratis itu secara umum berjalan dengan lancar. Uji coba itu kami lakukan dengan bekerja sama PT Sarihusada," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, kepada awak media di sela-sela tugasnya, Jumat (10/11/2024).

Lalu, PT Sarihusada juga disebut-sebut memiliki tim yang memonitoring pelaksanaan uji coba makan siang bergizi dan gratis tersebut.

Kemudian, uji coba itu dilakukan melalui CSR dari PT Sarihusada.

"Itu dana CSR dari PT Sarihusada. Kalau dana dari Pemerintah Pusat kami belum tahu nanti modelnya seperti apa. Cairnya kapan belum tahu. Lalu penerapannya apakah langsung serentak juga kami belum tahu," ucapnya.

Dikatakannya, selama uji coba dilakukan, pihaknya bersama jajaran instansi terkait, termasuk PT Sarihusada telah memikirkan proses penyediaan dan pengolahan makanan dari awal hingga akhir.

Dalam uji coba makan siang bergizi dan gratis itu, kata Hermawan juga dilakukan dengan menggandeng penyedia makanan atau katering dari UMY Boga.

Dengan begitu, makanan yang disajikan diharapkan memiliki panduan kebutuhan gizi harian seimbang.

"UMY Boga itu kan memang bonafit ya. Mereka sudah terbiasa menyediakan makanan yang ribuan porsi. Sedangkan, yang kami uji coba ini kan hanya ratusan porsi," tutur Hermawan.

Tidak hanya itu saja, Pemkab Bantul dengan instansi terkait juga telah memikirkan pengolahan sisa atau limbah makanan yang ada.

Di mana, untuk penyajian makanan dilakukan dalam wadah stainless atau wadah tidak sekali pakai.

"Artinya kan tidak ada sisa. Setelah dipakai itu dicuci dan bisa dipergunakan kembali. Kemudian sisa sampah makanan yang dihasilkan itu sangat kecil. Mungkin hanya tulang atau makanan sedikit yang tidak habis," urainya.

Lalu, masing-masing sekolah di Bumi Projotamansari sejak lama sudah dilakukan atau diterapkan pengolahan sampah organik atau sampah sisa makanan.

Dengan begitu, Pemkab Bantul sudah tidak merasa kewalahan dengan pengolahan limbah tersebut.

"Ya harapannya nanti, walau kita belum tahu kebijakannya nanti seperti apa, ketika tahun 2025, kita sudah punya contoh yang konkret mulai dari penyediaan sampai dengan sisa makanannya harus dilakukan seperti apa, itu sudah disiapkan," tandasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved