Layanan Internet Gratis dan Transformasi Digital UMKM Masyarakat Pesisir Gunungkidul
Vella mengatakan, dari penjualan online tersebut, ternyata permintaan konsumen mulai beragam tidak lagi sebatas tepung Mocaf saja
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ikrob Didik Irawan
Dia mengatakan, paling terasa dampak positif tranformasi digital tersebut saat adanya pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Di mana, sebagian besar penjualan dilakukan lewat sistem online.
"Ya itu, kalau dari awal kami tidak memulai bertranformasi digital mungkin pada saat pandemi itu kami bisa jadi tidak bisa bertahan,"terangnya.
Akan tetapi, Vella mengaku, yang belum maksimal mendukung tranformasi digital bagi UMKM seperti dirinya yakni soal akses internet yang belum memadai.
Dia mengatakan, di tempatnya tersebut hanya ada satu jaringan provider saja.
"Ya memang lokasi kami ini cukup sulitnya di atas gunung, jadi memang provider cuma ada satu saja di sini, jadi kadang-kadang sinyalnya juga tidak kuat. Ya kalau bisa dimaksimalkan mungkin akan lebih baik lagi,"ucapnya.
Tak hanya pelaku usaha, tranformasi digital juga dirasakan sektor pendidikan. Sektretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Agus Sunaryanta mengatakan lingkungan sekolah mau tidak mau memang harus ikut bertranformasi digital.
"Apalagi saat ini, kurikulum yang ditekankan ialah kurikulum merdeka di mana pemanfaatan teknologi menjadi salah satu yang paling diperhatikan,"terangnya.
Dia mengklaim, saat ini untuk jenjang pendidikan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sudah 100 persen terfasilitasi internet. Sedangkan, sisanya untuk tingkat sekolah dasar (SD) baru menyentuh 60 persen saja.
"Menag belum bisa menjangkau semua, terkendala banyak hal paling utama itu kondisi geografis,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul, Setiyo Hartato mengatakan, sebanyak 1.401 titik layanan internet gratis untuk mendorong tranformasi digital di masyarakat.
"Internet gratis itu kami sebar ke beberapa titik mulai dari perangkat daerah, kapanewon, kalurahan, sekolah, puskesmas, balai penyuluhan pertanian, balai padukuhan, pasar tradisional, destinasi wisata, taman kuliner," tuturnya.
Ia melanjutkan, termasuk ke wilayah pesisir pantai untuk memperkuat layanan internet gratis dengan melibatkan sektor lain.
"Wilayah pesisir ada 3 klaster jaringan internet gratis yang difasilitasi itu ada milik kominfo DIY, milik Kominfo RI / Bhakti, dan milik kominfo Gunungkidul. Jadi, kami juga mendorong agar masyarakat Gunungkidul di pesisir juga bisa melek digital," terangnya.
Layanan internet gratis ini, kata dia, bertujuan untuk menciptakan ekosistem digital dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di segala bidang.
"Kami ingin dengan adanya internet gratis ini bisa menciptakan peluang-peluang yang baik bagi masyarakat," tandanya. (ndg)
| Megawati Dorong Laut Jadi Pusat Geopolitik dan Inovasi Nasional |
|
|---|
| Laki Code 2026 Jadi Ruang Ekspresi Pecinta Honda Vario 125 di Yogyakarta |
|
|---|
| Touring Bergerak Bersama JNE 2026: Menyantuni Warga Panti, Menyusuri Sejarah Kopi Gunungkidul |
|
|---|
| Kronologi Sopir Bus Pariwisata Meninggal Dunia Saat Membawa Wisatawan di Pantai Slili Gunungkidul |
|
|---|
| Ada 9.755 ODGJ Berat di DI Yogyakarta, Sebagian Pasien Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/olahan-tepung-Mocaf.jpg)