Pemkab Bantul Kirim RDF Pengolahan Sampah TPST Argodadi ke Pabrik Semen di Cilacap

Pemkab) Bantul mengirimkan bahan bakar alternatif atau RDF dari pengolahan sampah TPST Argodadi, Sedayu, ke perusahaan semen di Cilacap

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
Pemerintah Kabupaten Bantul meluncurkan pengiriman RDF pengolahan sampah TPST Argodadi ke perusahaan Cilacap. Pengiriman dilakukan dari TPST Argodadi pada Kamis (10/10/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL  -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengirimkan bahan bakar alternatif atau refused derived fuel (RDF) dari pengolahan sampah TPST Argodadi, Sedayu, Kabupaten Bantul ke perusahaan semen di Cilacap, Jawa Tengah.

Pengiriman ini merupakan yang perdana sejak TPST Argodadi beroperasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi, mengatakan, jumlah RDF yang dikirim perdana itu berkisar 15-20 ton dan diangkut menggunakan transportasi dari perusahaan semen tersebut.

"RDF itu berasal dari sampah Kabupaten Bantul yang telah digarap di TPST Argodadi secara bertahap. Karena, TPST tersebut sudah beroperasi sejak beberapa waktu lalu," kata Bambang kepada awak media di TPST Argodadi, Kamis (10/10/2024).

Sekadar informasi, di TPST Argodadi ada dua modul yang baru bisa dipergunakan untuk mengolah sampah. Untuk modul satu TPST Argodadi sudah dipergunakan mengolah sampah sejak akhir Agustus 2024 dan modul tiga TPST Argodadi sudah dipergunakan sejak awal September 2024.

Dikarenakan baru dua modul sampah yang bisa dipergunakan, maka pengolahan sampah di lokasi itu belum bisa dilakukan secara optimal.

Baca juga: Ini Hasil Survei Tim UGM di Lokasi Munculnya Sumber Air di Siraman

 Padahal, kata Bambang, apabila tiga modul TPST Argodadi sudah jadi, maka Pemkab Bantul bisa mengolah 60 ton sampah per hari di lokasi itu.

"Untuk bisa diolah menjadi produk RDF, kami membutuhkan sampah banyak. Khususnya dari sampah plastik. Karena dibutuhkan kualitas sampah tertentu yakni dari bahan baku berbasis plastik untuk menjadi RDF," jelasnya.

Lanjut Bambang, semakin banyak sampah plastik yang masuk maka volume RDF akan semakin meningkat. 

"Kalau 100 kilogram sampah yang masuk, berarti bisa menjadi 25 kilogram produk RDF. Jadi, tentu kemudian kita akan sangat tergantung dengan volume sampah yang ada. Tapi kami juga berharap, masyarakat tetap melakukan gerakan pilah sampah," pesannya.

Sementara itu, Pjs Bupati Bantul, Adi Bayu Kristanto, pengolahan sampah itu menjadi bagian untuk mengatasi permasalahan sampah dan mendorong perkembangan Kabupaten Bantul yang berkelanjutan. 

"Semoga pengiriman sampah perdana ini menjadi pendorong untuk mengatasi sampah di Kabupaten Bantul dan menyukseskan gerakan Bantul Bersih Sampah Bersama," tutup dia.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved