Jogja Tertib Tanpa Konflik:  Mas JOS Tunjukkan Wajah Tertib yang Beradab

Lapak-lapak yang berdiri di atas saluran air di Jalan Wahid Hasyim, Kemantren Ngampilan, ditertibkan hari Rabu (1/4/2026).

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
TIRU SINGAPURA - Wali Kota Yogya, Hasto Wardoyo, saat memimpin kerja bakti "Jogja Tanpa Rumput', di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Minggu (18/1/26). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya penataan kota kembali menunjukkan wajah humanisnya melalui penertiban bangunan dan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).

Lapak-lapak yang berdiri di atas saluran air di Jalan Wahid Hasyim, Kemantren Ngampilan, ditertibkan hari Rabu (1/4/2026).

Penertiban ini tidak hanya mendukung pengaktifan fungsi saluran air oleh Dinas Pekerjaan Umum, tetapi juga sejalan dengan gerakan Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah) dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertib.

Pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan ini mengedepankan komunikasi dan persuasi.

Sebelum pelaksanaan, Satpol PP Kota Yogyakarta melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat serta pemangku wilayah, sekaligus menjalankan prosedur regulatif melalui pemberian surat peringatan secara bertahap.

Cara ini terbukti mampu menjaga situasi tetap kondusif dan jauh dari potensi konflik.

Dalam kesempatan terpisah, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa penataan kota harus dilakukan dengan pendekatan yang menghormati masyarakat sebagai mitra pembangunan.

“Penataan kota bukan sekadar soal membongkar bangunan, tetapi membangun kesadaran bersama. Ketika masyarakat paham tujuan besarnya, maka ketertiban bisa terwujud tanpa harus menimbulkan konflik,” ujar Hasto. 

Dengan penuh kesadaran, para pemilik bangunan melakukan pembongkaran secara mandiri tanpa paksaan.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran kolektif masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban umum.

Selain itu, pembukaan kembali saluran air di kawasan tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air serta mengurangi potensi genangan dan penumpukan sampah.

Petugas Satpol PP Kota Yogyakarta juga turut membantu membersihkan sisa material bangunan, sehingga area saluran air kembali tertata dan tidak menjadi titik penumpukan sampah baru.

Langkah ini sejalan dengan semangat Mas JOS yang mendorong masyarakat untuk aktif dalam mengelola sampah dari sumbernya.

Pemerintah Kota Yogyakarta menunjukkan gerakan Mas JOS bukan hanya tentang pengelolaan sampah, tetapi juga tentang membangun budaya disiplin lingkungan yang berkelanjutan.

Mas JOS adalah gerakan perubahan perilaku. Ketika masyarakat mulai peduli pada kebersihan dan fungsi lingkungan, maka ketertiban kota akan tumbuh secara alami.

Baca juga: Volume Sampah di Kota Yogyakarta Naik 20 Ton Per Hari Selama Libur Lebaran

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved