Pilkada Kota Yogya 2024

Sampah, Pendidikan, dan Pariwisata Jadi Isu Utama dalam Debat Pilkada Kota Yogya

isu pengelolaan sampah, kualitas pendidikan, dan pengembangan pariwisata diprediksi akan menjadi sorotan utama dalam debat Pilkada Kota Yogya

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/Azka Ramadhan
Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryo Samudro. 

TRIBUNJOGJA.COM, TRIBUNJOGJA - Beberapa isu krusial seperti pengelolaan sampah, kualitas pendidikan, dan pengembangan pariwisata diprediksi akan menjadi sorotan utama dalam debat Pilkada Kota Yogyakarta.

 Isu-isu tersebut dipilih berdasarkan hasil kajian dan masukan dari masyarakat.

"Persoalan fenomenal yang pasti diangkat (dalam debat) dan selalu trending di media sosial maupun media elektronik itu kan soal sampah, kemudian kebutuhan dasar pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, pariwisata, itu menjadi salah satu rangkaian komprehensif yang kami akan bawa dan kemudian nanti dikuatkan, diperkuat dengan perumus yang nanti akan merumuskan itu," ungkap Ketua KPU Kota Yogya, Noor Harsya.

Dalam upaya mewujudkan Pilkada yang partisipatif, KPU Kota Yogyakarta melibatkan secara aktif masyarakat sipil dalam proses perumusan materi debat.

Berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, aktivis, dan perwakilan organisasi masyarakat sipil, dilibatkan dalam tim perumus untuk memberikan masukan dan ide-ide segar.

"Tim perumusnya itu ada Dekan Fisipol UGM, Rektor UKDW, Wakil Rektor UAD, kemudian ada peneliti dari pusat studi UGM, akademisi STPM APMD, kemudian ada aktivis difabel di Kota Yogyakarta, kemudian ada perwakilan dari Bappeda Kota Yogyakarta serta Serta BPS Kota Yogyakarta," jelas Noor Harsya.

Baca juga: Bawaslu Bantul Gandeng Kelompok Disabilitas untuk Awasi Pilkada Bantul 2024

"Jadi bukan KPU sendiri, tetapi tim perumus yang nanti akan merumuskan memasukkan dari masyarakat dengan tema-tema tersebut. Nanti akan dibuat sebuah tema besar, kemudian tema klaster. Nah nanti kami nderek tim perumus. Bagaimana menarasikannya itu agar kami punya legitimasi bahwa ini hasil rumusan dari masyarakat sipil, sipil demokratik yang nanti akan merumuskan," lanjutnya.

"Mereka juga yang akan memilih panelisnya siapa. Kalau kami melaksanakan pedoman teknis dari KPU RI, begini cara debatnya dan kami kemudian mengembangkan dalam pengembangan tim perumus dan kemudian pemilihan panelis," tambahnya.

Lebih lanjut Noor Harsya menjelaskan, rangkaian debat publik untuk Pilkada Kota Yogyakarta saat ini terus dipersiapkan secara matang.

Rencananya, debat akan digelar sebanyak tiga kali pada bulan November mendatang, disiarkan langsung oleh TVRI Yogyakarta.

"Ini sementara baru perencanaan ya mas, Kami berkomunikasi dengan pihak TVRI Stasiun Yogyakarta (debat Pilkada) tanggal 7, 14, 21 November," ujarnya.

"Nanti sekretariat kemudian berkoordinasi untuk administrasi keuangannya, kami hanya menentukan waktunya, nah nanti teknisnya, ini kami sedang komunikasi sekretariat dengan TVRI Stasiun Yogyakarta. Nah untuk mempersiapkan hal itu tim Perumus akan melakukan laporan koordinasi 17-18 Oktober itu untuk formulasi materi debat untuk tanggal 7, 14, dan 21 (November)," tambahnya.

Selain disiarkan secara langsung melalui kanal TVRI Yogyakarta, debat Pilkada Kota Yogya juga disiarkan secara live melalui Youtube KPU Kota Yogyakarta.

"Selain menyiarkan di kanal Youtube kami sendiri, TVRI yang punya sebagai rekanan, tapi kami kan masih koordinasikan ini," ujarnya. (HAN)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved