Mebiso Ajak Komunitas TDA Yogyakarta Pelajari Kunci Sukses Digital Marketing AI
Para pengusaha di Yogyakarta pun diajak mengenal strategi bisnis dengan memanfaatkan teknologi AI.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUBJOGJA.COM, YOGYA - Penyedia jasa merek menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) mulai berkembang di tanah air seiring berkembangnya era digitalisasi.
Para pengusaha di Yogyakarta pun diajak mengenal strategi bisnis dengan memanfaatkan teknologi AI.
Para pengusaha yang tergabung dalam komunitas Tangan di Atas (TDA) Yogyakarta itu berkolaborasi dengan penyedia jasa merek tekonologi AI Mebiso.com dalam menggelar workshop dengan tema Bongkar Rahasia Nge Iklan Meta Ads.
Berdasarkan dari beberapa sumber, hingga bulan Maret 2024 saja, tercatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 185,3 juta jiwa.
Artinya, ada 66,5 persen dari total jumlah penduduk yang memanfaatkan internet dalam aktivitas sehari-harinya.
Dari jumlah tersebut, diketahui ada 139 juta pengguna media sosial.
Dengan jumlah pengguna yang sangat besar, masyarakat Indonesia menunjukkan tingkat aktivitas yang tinggi di media sosial.
Hal ini menjadikan platform-platform tersebut sebagai lahan strategis bagi pebisnis untuk menjalankan pemasaran.
Karena media sosial menjadi tempat berkumpulnya berbagai segmen pengguna, banyak target pasar mereka dapat dengan mudah dijangkau di sana.
Baik melalui iklan, konten kreatif, maupun interaksi langsung, media sosial memberikan peluang besar bagi pebisnis untuk memperluas jangkauan dan menjalin hubungan dengan calon pelanggan secara efektif.
Dalam workshop ini menghadirkan dua narasumber, yakni Eny Kusumawardani, Praktisi Meta, Google & TikTok Ads dan Pras, Praktisi Meta, Google dan Tiktok Ads.
Adapun materi yang diberikan kepada peserta yang merupakan pebisnis, berkaitan dengan tips beriklan di sosial media agar tidak boncos.
"Workshop ini memberikan tips praktis agar para pengusaha tidak boncos saat membuat iklan digital. Kami juga menjelaskan mengapa penting bagi bisnis untuk menggunakan ads dalam strategi pemasaran mereka. Dengan iklan digital yang tepat, pengusaha bisa menjangkau target pasar yang lebih luas, meningkatkan penjualan, dan memaksimalkan keuntungan tanpa membuang anggaran secara sia-sia,” kata Ketua TDA Yogyakarta, Achmad Sirojuddin, Selasa (1/10/2024)
Bagi pebisnis pemula, membuat iklan digital bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Langkah pertama adalah menentukan target audiens yang spesifik agar iklan tepat sasaran.
Kemudian, buat konten iklan yang menarik dan mudah dipahami, baik dalam bentuk gambar, video, maupun teks singkat.
Pastikan pesan yang disampaikan jelas dan berhubungan dengan kebutuhan audiens.
Selanjutnya, pilih platform media sosial yang sesuai dengan target pasar, lalu atur anggaran sesuai kemampuan.
Dengan cara ini, pebisnis pemula dapat mulai menjalankan iklan digital tanpa perlu menguasai teknik yang rumit.
"Untuk pebisnis pemula, membuat ads bisa dimulai dengan menentukan audiens yang jelas, membuat konten yang menarik, dan memilih platform yang tepat. Dengan langkah sederhana ini, iklan bisa efektif tanpa perlu rumit," kata Eny Kusumawardani, Praktisi Meta, Google & TikTok Ads.
Selain fokus pada iklan digital, pebisnis pemula juga harus menyadari pentingnya pendaftaran merek dagang.
Mendaftarkan merek dagang melindungi identitas bisnis dari peniruan atau penggunaan tanpa izin oleh pihak lain.
Hal ini juga memberikan kekuatan hukum dan membantu membangun kepercayaan pelanggan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
Dengan merek dagang yang terdaftar, bisnis Anda akan memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang dan bersaing di pasar.
“Kalau punya peluang besar (untuk mendaftarkan merek), ambil saja. Karena merek adalah hak, sama seperti kepemilikan rumah. Berbeda dengan izin. Daftar merek merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk melindungi intangible asset,” papar Hesti Rosa, CEO Mebiso.
Selain membuat nama unik dan orisinil, pendaftaran merek juga perlu melakukan pengecekan merek.
Salah satunya, dengan menggunakan platform Mebiso.
Pada kesempatan tersebut, peserta diberi kesempatan untuk mencoba langsung tools berbasis AI secara gratis.
“Pengecekan merek dilakukan untuk meminimalisir usul tolak. Sebab, kalau sudah daftar, dan ditolak, maka uangnya tidak bisa kembali. Untuk itu, jangan menggampangkan pendaftaran merek,” kata dia.
Dia menambahkan, pelaku UMKM harus mendaftarkan mereknya segera agar bisa terlindungi dengan cepat. Sehingga, meminimalisir potensi plagiat bagi pihak lain.
“Perlindungan merek sangat penting karena merek adalah identitas unik yang membedakan dari yang lain. Merek yang terlindungi secara hukum mencegah pihak lain menggunakan nama, logo, atau simbol yang mirip, yang bisa membingungkan pelanggan dan memiliki hak eksklusif,” tandas dia.
Sebagai informasi Mebiso.com merupakan salah satu entitas dari Beon Intermedia group.
Mebiso menjadi jasa merek yang menggunakan teknologi AI.
Platform ini membantu pengusaha melindungi mereknya secara realtime dan affordable. (*)
AMIKOM Resmikan Pusat Pengembangan Kecerdasan Buatan, Tegaskan Komitmen Menuju Inovasi Global |
![]() |
---|
Menyongsong AI di UKDW: Mitra Pembelajaran atau Ancaman Nalar? |
![]() |
---|
Resmi, Pelajaran Coding dan AI Mulai Diterapkan Tahun Ini |
![]() |
---|
Dukung Orisinalitas Kreator & Brand, Mebiso Rilis Inovasi AI Image Protection di Acara AIRONI UGM |
![]() |
---|
KUMPULAN Teks Ucapan Selamat Tahun Baru 2025 Kalimat Lucu, Singkat dan Manis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.