GLOBAL VIEWS
Ada Apa Vladimir Putin Ingin Rusia Punya 1,5 Juta Tentara?
Rusia memiliki 1,3 juta tentara aktif, tentara cadangan ada dua juta orang, paramiliter 559 ribu personil, sehingga total kekuatannya 3,8 juta orang
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Semula, kuat ditengarai Biden dan Starmer akan memberi izin kepada Ukraina untuk menggunakan rudal-rudal jarak jauh seperti Storm Shadow dan SCALP guna menggempur target di Rusia.
Potensi ini telah membunyikan alarm merah ke Moskow, dan Vladimir Putin kembali memperingatkan barat akan pecahnya perang besar di Eropa.
Menyetujui Ukraina menggunakan rudal jarak jauhnya guna menyerang target di pedalaman Rusia, akan dianggap pernyataan perang NATO terhadap Federasi Rusia.
Ini adalah alarm pertama yang kemungkinan membuat Vladimir Putin mengeluarkan dekrit penambahan jumlah tentara aktifnya.
"Kami tidak berbicara tentang mengizinkan atau melarang rezim Kiev menyerang wilayah Rusia," kata Putin.
“Mereka sudah melakukannya, dengan kendaraan udara tak berawak dan sarana lainnya,” tambah Putin.
Ukraina kata Putin, tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan sistem jarak jauh barat. Penargetan serangan semacam itu memerlukan data intelijen dari satelit NATO.
Sedangkan solusi penembakan hanya dapat dilakukan oleh personel militer NATO karena merek ayang menguasai sistemnya.
Inilah realitas tersembunyi barat, yang menempatkan negara-negara NATO, AS, dan negara-negara Eropa sesungguhnya telah berperang melawan Rusia.
“Jika keputusan ini dibuat, itu berarti tidak kurang dari partisipasi langsung negara-negara NATO, AS, dan negara-negara Eropa, dalam konflik di Ukraina,” kata Putin.
“Partisipasi langsung mereka, tentu saja, secara signifikan mengubah esensi, sifat konflik itu sendiri,” katanya mengingatkan.
Karena itu, Vladimir Putin menyatakan, Rusia akan membuat keputusan yang tepat berdasarkan ancaman riil yang mereka hadapi.
Rusia memang harus mempersiapkan militernya dalam kapasitas yang cukup untuk mempertahankan dan mengamankan garis perbatasannnya yang sangat panjang dengan NATO.
Terlebih Finlandia, sebuah negara di Eropa Utara yang tadinya netral, telah bergabung dengan NATO. Finlandia memiliki garis perbatasan langsung dengan Rusia utara.
NATO telah melipatgandakan kehadiran militernya di negara ini, termasuk penempatan armada pengintai dan pembangunan stasiun CIA di negara tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/httpswwwyoutubecomwatchveMSxsD644wg.jpg)