Rangkuman Pengetahuan Umum

RINGKASAN Materi IPAS Kelas 5 SD BAB 6 Kurikulum Merdeka : Mengenal Sumber Daya Alam

Simaklah di bawah ini materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas 5 SD bab 6 topik c yang membahas terkait sumber daya alam.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Buku Bahasa Indonesia Kelas 4 SD
Sumber Daya Alam 

TRIBUNJOGJA.COM – Pada kesempatan ini, kita akan membahas materi mengenai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas 5 bab 6 dengan tema "Indonesia Kaya Raya".

Dilansir dari buku mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka yang ditulis oleh Amalia Fitri Ghaniem, dkk, 2021.

Namun, pada artikel ini akan berfokus untuk membahas materi yang ada pada Bab 6 topik c : Indonesiaku Kaya Alamnya.

Di bawah ini materi terkait bab 6 topik c yang membahas terkait sumber daya alam.

Baca juga: Ringkasan Materi IPAS Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka : BAB 6 Topik B!

Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari bumi, biosfer, dan atmosfer yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Sumber daya alam memiliki peranan penting bagi manusia, baik untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun sebagai tempat tinggal.

Sumber daya alam dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu biotik (hayati) dan abiotik (non-hayati). 

Selain memiliki sumber daya alam hayati, negara kita juga memiliki sumber daya alam non-hayati.

Bisa juga disebut dengan sumber daya alam abiotik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati, seperti tanah, air, dan barang tambang.

Minyak bumi, gas alam, besi, emas, perak, dan timah merupakan sebagian dari barang tambang yang menjadi kekayaan Indonesia.

Barang tambang ini bisa diolah dan menjadi bahan-bahan dasar untuk membuat berbagai macam produk.

Jenis Sumber Daya Alam

Sumber daya alam bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu SDA yang bisa diperbarui dan SDA yang tidak bisa diperbarui.

1. Sumber daya alam yang dapat diperbarui merupakan SDA yang dapat dihasilkan kembali setelah digunakan. Sumber daya alam ini tidak akan habis apabila penggunaannya dilakukan secara bijak.

Contohnya, perkebunan (tebu, kopi, jagung), pertanian (padi, tembakau), peternakan (ayam, sapi, kambing), dan perikanan (mujair, lele, udang). Bisa disebut juga dengan sumber daya alam hayati (tanah, air, hewan, dan tumbuhan).

Adapun air, tanah, dan udara merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui dengan cara menjadikannya baru. 

Air akan langka saat musim kemarau, namun saat musim hujan air akan melimpah.

Udara kotor dapat diperbarui dengan cara menanam tumbuhan sehingga udara di sekitar akan kembali bersih dan segar.

Tanah yang tidak subur dapat diperbarui melalui pemberian pupuk alami atau kompos.

2. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui merupakan SDA yang bisa dihasilkan kembali tetapi memerlukan waktu yang relatif lama.

Contohnya, minyak bumi (bensin, solar, oli, dan lain-lain), mineral logam (emas, bijih besi, nikel, timah, dan lain-lain), mineral bukan logam (aspal, asbes, granit, batu kapur, intan, marmer, dan lain-lain). Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui berasal dari hasil tambang yang bukan non-hayati (bukan makhluk hidup).

Indonesia merupakan negara kaya akan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui berupa barang hasil tambang. 

Hasil tambang tersebut meliputi minyak bumi, gas alam, logam mineral, maupun bukan mineral.

Contoh hasil tambang mineral logam antara lain timah, tembaga, bijih besi, emas, perak, dan nikel.

Adapun contoh hasil tambang bukan logam, antara lain intan, belerang, gamping, marmer, pasir kuarsa, dan lain-lain.

Meskipun Indonesia kaya hasil tambang, namun penyebarannya tidak merata karena karakteristik setiap wilayah berbeda-beda.

Baca juga: Mengenal 6 Organ Pencernaan Manusia Beserta Gangguannya: Materi IPAS Kelas 5 SD

Manfaat Hutan

Hutan adalah tempat yang luas dan ditumbuhi banyak pohon-pohon besar.

Indonesia memiliki hutan-hutan yang tumbuh beraneka macam flora dan menjadi habitat bagi banyak fauna.

Umumnya, tumbuhan yang ada hutan merupakan tumbuhan liar, namun ada juga hutan yang dibudidayakan, seperti hutan karet dan hutan jati.

Hutan kita menyimpan banyak hasil alam yang dapat diolah menjadi berbagai macam produk, seperti perabot kayu, kertas, dan sebagainya.

Ini membuat hutan juga menjadi lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitarnya.

Namun, penebangan hutan perlu diperhatikan agar tidak sampai merusak hutan.

Perlu ada upaya tebang pilih tanam, yaitu hanya menebang pohon yang sudah tua dan diganti dengan penanaman pohon baru.

Hutan wajib dilestarikan, jangan sampai menjadi gundul. Jika gundul maka dapat menyebabkan banjir dan longsor, hewan pun tidak dapat makanan.

Manusia sendiri yang akan rugi apabila hutannya rusak.

Dampak Pengambilan Sumber Daya dan Upaya Pelestariannya.

Kelestarian sumber daya alam akan terancam jika manusia tidak memanfaatkannya dengan bijak.

Berikut ini dampak dari pengambilan sumber daya alam dan upaya pelestariannya.

1. Banyaknya hutan gundul

Hutan gundul disebabkan adanya penebangan secara besar-besaran, misalnya untuk keperluan lahan perkebunan atau keperluan pembangunan.

Akibatnya, daerah resapan air hujan berkurang sehingga bisa menyebabkan:

a. Banjir

Akar tumbuhan bisa menyerap air hujan yang meluap. Jika hutan telah gundul, air hujan tidak terserap dan mengalir berbagai tempat yang dapat mengakibatkan banjir.

b. Tanah Longsor

Di hutan yang gundul, air hujan langsung jatuh ke atas tanah tanpa terhalang pepohonan terlebih dahulu.

Air tersebut juga tidak terserap oleh akar pohon. Tanah yang terkena hujan terus-menerus bisa rusak sehingga menyebabkan tanah longsor.

c. Kekeringan

Saat jumlah pohon hanya sedikit, air yang diserap pun hanya sedikit. Hal ini menyebabkan air tanah menjadi sedikit. Kondisi ini bisa menimbulkan bencana kekeringan di musim kemarau.

Upaya pelestarian dapat dilakukan dengan cara reboisasi (penanaman kembali hutan yang gundul), meningkatkan pengawasan oleh polisi hutan, dan penegakan hukum secara tegas bagi pelanggar undang-undang kehutanan.

2. Rusaknya hutan bakau

Fungsi hutan bakau di tepi pantai antara lain untuk menahan gelombang air laut, tempat hidup berbagai hewan dan tumbuhan serta menjaga keanekaragaman hayati.

Saat ini, hutan bakau di tepi pantai banyak dirusak dan ditebang untuk keperluan pembangunan.

Jika dibiarkan terus menerus, maka akan terjadi pengikisan pantai yang bisa menyebabkan tanah longsor, erosi pantai bahkan banjir.

Upaya pelestariannya, yaitu reboisasi hutan bakau serta membersihkan hutan bakau dari sampah dan limbah.

3. Lingkungan yang rusak akibat pertambangan

Kegiatan pertambangan merupakan usaha pengambilan sumber daya alam yang biasanya berada di dalam perut Bumi.

Beberapa dampak yang ditimbulkan dari kegiatan ini, yaitu:

a. Kerusakan hutan di daerah tambang.

b. Pencemaran udara akibat debu dan asap.

c. Pencemaran air dan tanah akibat limbah buangan tambang.

Upaya pelestariannya, yaitu pengolahan limbah tambang dengan baik dan perbaikan lingkungan setelah kegiatan pertambangan selesai.

4. Terancamnya populasi jenis hewan dan tumbuhan

Pemanfaatan flora dan fauna yang tidak diikuti pelestarian akan berakibat pada punahnya jenis hewan dan tumbuhan tertentu, misalnya:

a. Ikan hiu banyak diburu untuk dimanfaatkan siripnya sebagai bahan makanan yang bernilai tinggi.

b. Orang utan merupakan hewan asli Indonesia. Saat ini, orang utan terancam punah. Hutan tempat tinggal hewan ini berkurang karena banyak dijadikan lahan perkebunan atau karena terjadi kebakaran hutan.

c. Tanaman cendana hampir punah karena dimanfaatkan terus-menerus, namun pelestariannya tidak mudah sehingga jumlahnya semakin berkurang.

Upaya pelestarian yang bisa dilakukan di antaranya menjaga habitat para hewan, menghentikan perburuan liar dengan membuat peraturan yang ketat dan tegas, serta adanya upaya penanaman kembali atau budidaya bagi tumbuhan dan hewan yang diperjualbelikan.

Semoga materi di atas dapat menjadi panduan siswa dalam proses belajar. (MG Madah Mazzidah)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved