Museum Benteng Vredeburg Gulirkan Layanan 'Jebol Kran' untuk Kelompok Rentan
Fasilitas tersebut digulirkan untuk memudahkan akses kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Museum Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta menggulirkan layanan baru bertajuk Jebol Kran (Jemput Bola Layanan Kelompok Rentan).
Fasilitas tersebut digulirkan untuk memudahkan akses kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas untuk berkunjung ke museum.
Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, Rosyid Ridlo, mengungkapkan, layanan itu digulirkan dengan memberikan fasilitas jemput dan antar.
Dijelaskan, pengguna layanan Jebol Kran bakal dijemput di titik yang telah disepakati, untuk kemudian diantar menuju Benteng Vredeburg dan Museum Perjuangan.
"Apalagi, untuk anak berkebutuhan khusus dan lansia di atas 60 tahun itu tiket masuknya free. Nanti kami fasilitasi dengan pemanduan juga," tandas Rosyid, Selasa (27/8/2024).
Menurutnya, layanan tersebut dapat diakses melalui google form yang barcode-nya sudah tersedia di unit layanan museum Yogyakarta.
Untuk sekali penjemputan, pihaknya bisa memfasilitasi 15 peserta, menyesuaikan kapasitas armada yang dimiliki pengelola Museum Benteng Vredeburg.
"Untuk sementara, titik penjemputan yang bisa kami fasilitasi masih di Kota Yogya dan sekitarnya. Terakhir, kemarin kami jemput siswa dari SLB Negeri 1 Bantul, itu masih terjangkau," katanya.
Baca juga: Benteng Vredeburg Yogyakarta Kembali Dibuka dengan Wajah Baru, Lebih Interaktif
Layanan itu pun disosialisaiskannya melalui agenda Forum Konsultasi Publik bertemakan layanan ramah kelompok rentan, yang bergulir Selasa (27/8/2024).
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengundang perwakilan kelompok rentan untuk meminta masukan, sebagai upaya pengembangan fasilitas.
"Di situ, kami paparkan fasilitasi untuk kelompok rentan yang sudah kami lakukan selama ini. Terus, kami juga menampung masukan-masukan dari mereka," jelasnya.
"Karena kalau kami cuma menggunakan standar sesuai penilaian internal, itu nggak bisa. Kami harus minta penilaian dari luar juga," urai Rosyid.
Selain itu, sebelum masuk pada sesi diskusi, perwakilan kelompok rentan yang diundang pun lebih dulu diajak menyusuri Museum Benteng Vredeburg.
Nantinya, masukan dari mereka bakal dijadikan sebagai landasan pengelola untuk menerapkan standar pelayanan bagi kelompok rentan.
"Dari forum ini, kami akan menindaklanjuti setiap masukan dari teman-teman yang hadir, untuk kemudian direalisasikan menjadi standar pelayanan," pungkasnya. (*)
| Penyebab Lonjakan Harga Minyak Goreng Premium di Bantul |
|
|---|
| Sekolah Terdampak Tol Jogja–Solo, SD Nglarang Pindah ke Lahan Baru Seluas 4.800 m² |
|
|---|
| Mogok Kerja Pertama Sejak 1998, Buruh PT Taru Martani Desak Manajemen Penuhi Tiga Tuntutan |
|
|---|
| Perluas Jangkauan, Pemkot Yogyakarta Tambah 9 Sekolah Lansia S-1 Tahun Ini |
|
|---|
| Melirik Galeri Kavach Space Yogyakarta: Tawarkan Kacamata Bernuansa Vintage |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Para-peserta-Forum-Konsultasi-Publik-bertema-layanan-ramah-kelompok-rentan.jpg)