7 Alasan Kenapa Kaki Bisa Bau, Perhatikan Masalah Kecil Ini Agar Tidak Malu

Inilah alasan kenapa kaki bisa bau. Cari tahu detailnya, dan cara mengatasi kaki bau agartidak malu.

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
ist/deodorantadvisor.com
7 Alasan Kenapa Kaki Bisa Bau, Perhatikan Masalah Kecil Ini Agar Tidak Malu 

TRIBUNJOGJA.COM - Bau kaki, atau yang sering disebut bromodosis, adalah kondisi umum yang dapat dialami oleh banyak orang. 

Bau tidak sedap ini biasanya disebabkan oleh akumulasi keringat dan pertumbuhan bakteri di kaki. 

Bau kaki bisa bersumber dari hasil kombinasi berbagai faktor, termasuk keringat berlebih, pertumbuhan bakteri, kebersihan yang buruk, dan faktor lainnya seperti jenis sepatu, diet, dan kondisi psikologis.

Namun, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi intensitas dan frekuensi bau kaki

Artikel ini akan mengupas tuntas penyebab utama bau kaki berdasarkan temuan dari jurnal kesehatan dan faktor-faktor lain yang terkait.

1. Keringat Berlebih (Hiperhidrosis)

Kaki memiliki ribuan kelenjar keringat, lebih banyak dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. 

Fungsi utama kelenjar keringat adalah untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil. 

Namun, pada beberapa orang, produksi keringat bisa berlebih atau tidak normal, kondisi ini disebut hiperhidrosis. 

Kelembapan yang berlebihan menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak, terutama ketika keringat tidak menguap dengan cepat, seperti saat kaki tertutup dalam sepatu untuk waktu yang lama.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menderita hiperhidrosis lebih rentan mengalami bau kaki karena peningkatan produksi kering

2. Pertumbuhan Bakteri

Bakteri adalah penyebab utama dari bau kaki. Ketika keringat bercampur dengan bakteri yang ada di kulit, bakteri akan memecah keringat menjadi asam, yang kemudian menghasilkan bau yang tidak sedap. 

Beberapa jenis bakteri yang sering ditemukan pada kaki yang berkeringat termasuk Staphylococcus epidermidis dan Brevibacterium linens. 

Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of Applied Microbiology, jenis bakteri ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan senyawa volatil yang mengeluarkan bau, seperti metanetiol dan isovalerat.

Baca juga: TIPS dan Cara Memberi Tahu Teman yang Bau Ketiak, Lihat Situasi dan Niatkan dengan Tulus

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved