Berita Kulon Progo Hari Ini
Disdikpora Kulon Progo Janjikan Dukungan hingga Bantuan untuk David
Pemkab Kulon Progo berencana memberikan bantuan yang sekiranya diperlukan untuk kebutuhan pendidikannya.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kisah David Prayitno, pelajar Kelas 9 SMPN 4 Girimulyo kini sampai diketahui hingga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo .
Salah satunya tentang ia yang harus berjalan kaki bolak-balik ke sekolah selama bertahun-tahun karena berbagai kendala yang dialaminya.
Kepala Disdikpora Kulon Progo , Nur Wahyudi mengaku sudah mengetahui informasi soal David.
Infonya sendiri juga menyebar di beberapa media sosial (medsos).
"Kami pun sudah melakukan konfirmasi ke pihak sekolah soal anak ini," kata Nur ditemui pada Kamis (15/08/2024) lalu.
Ia mengetahui bahwa David harus berjalan kaki setiap hari ke sekolah karena tidak adanya kendaraan.
Apalagi jalan menuju rumahnya juga tidak bisa diakses kendaraan karena posisinya di bawah bukit dengan kondisi jalan yang terjal.
Adapun David tinggal di Padukuhan Gunungkelir, Kalurahan Jatimulyo, Girimulyo.
Setiap hari ia menempuh jarak kurang lebih sekitar 2 kilometer ke sekolah, dengan kondisi jalan yang naik-turun karena wilayah perbukitan.
Mengacu pada informasi yang dimiliki, Nur mengungkapkan jika David sudah masuk dalam berbagai program bantuan.
Adapun keluarganya sudah terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
"David sendiri sudah menjadi peserta dari Program Indonesia Pintar untuk mendukung pendidikannya," jelasnya.
Meski begitu, Nur menyatakan pihaknya akan memberikan dukungan untuk David.
Bahkan memberikan bantuan yang sekiranya diperlukan untuk kebutuhan pendidikannya.
Pihaknya pun berencana akan mendatangi SMPN 4 Girimulyo dalam waktu dekat.
Kedatangan itu bertujuan untuk bertemu David secara langsung, termasuk dengan orang tuanya.
"Kami juga mendapatkan informasi kalau Ayah David belum lama ini meninggal dunia," ujar Nur.
Guru David di SMPN 4 Girimulyo, Budi Susilo mengungkapkan jika Ayah David, Suyadi meninggal dunia karena jatuh dari pohon cengkeh.
Seperti kebanyakan warga sekitar, Suyadi mencari nafkah dengan memanen cengkeh.
Sebagai guru yang mengenal David cukup lama, ia pun mengaku kagum dengan anak didiknya itu.
Sebab saat mengetahui Ayahnya meninggal dunia, David tetap terlihat kuat dan tabah, meski raut sedih terlihat jelas di wajahnya.
"Bagi saya David merupakan anak yang langka, karena berbeda dengan teman-teman sepantarannya yang sibuk dengan gawai dan punya kendaraan sendiri, sedangkan ia tidak punya," kata Budi.
David pun dikenal sebagai pelajar yang periang dan sangat rajin. Salah satu aktivitasnya yang paling menonjol adalah selalu datang ke sekolah lebih awal, bahkan sebelum guru-gurunya sendiri.
Sifatnya itulah yang membuat pihak sekolah pun turut memberikan perhatian. Sebab mereka ingin agar David tetap bisa sekolah dan melanjutkan pendidikan dengan segala kondisinya.
"Kami ingin David tetap bisa sekolah dan terus berkarya," ujar Budi yang merupakan Guru IPA di SMPN 4 Girimulyo ini.( Tribunjogja.com )
| Seorang Santri Asal Bantul Meninggal Tertemper Kereta di Sentolo Kulon Progo |
|
|---|
| HUT Ke-10, RSUD NAS Kulon Progo Resmikan Sejumlah Fasilitas Layanan Kesehatan Baru |
|
|---|
| Underpass Kulur di Kulon Progo Ditutup Imbas Kerap Tergenang Air di Musim Penghujan |
|
|---|
| Bayi Korban TPPO Dikembalikan ke Orang Tuanya Setelah Sempat Dirawat di RSUD Wates Kulon Progo |
|
|---|
| 1.056 Buruh Pabrik Rokok Terima BLT DBH CHT dari Pemkab Kulon Progo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)