61,5 Persen Maba Fapet UGM Terima Subsidi UKT, Lima Orang Kuliah Gratis
Subsidi UKT bagi maba merupakan bentuk perhatian Fapet UGM terhadap keberlangsungan studi anak bangsa.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 61,5 persen mahasiswa baru (maba) Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Dari jumlah tersebut terbanyak mendapatkan subsidi 50 persen UKT atau 23,1 persen.
“Untuk mahasiswa baru jumlah penerima subsidi UKT lebih dari 60 persen,”kata Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc. Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Jumat (16/8/2024).
Subsidi UKT bagi maba merupakan bentuk perhatian Fapet UGM terhadap keberlangsungan studi anak bangsa.
Sebagai universitas kerakyatan UGM selalu mengedepankan prinsip inklusivitas.
“Semua tetap berpeluang kuliah di Fapet UGM meski ada kendala biaya,”imbuhnya.
Baca juga: InI Profil Najwa Nurawalia, Mahasiswa UGM Peserta CoC yang Viral hingga Juara Dua Pilmapres Nasional
Romadhoni merinci untuk pemberian subsidi UKT maba tahun 2024 sebesar 25 persen sebanyak 74 mahasiswa atau 22,2 persen, subsidi 50 persen sebanyak 77 mahasiswa atau 23,1 persen, subsidi 75 persen sebanyak 49 mahasiswa atau 14,7 persen dan subsidi 100 persen sebanyak 5 mahasiswa atau 1,5 persen.
Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., juga selalu menekankan kepada para mahasiswa baru untuk aktif di organisasi.
Melalui organisasi akan memupuk mahasiswa cerdas secara softskill, seperti menumbuhkan rasa berani, pantang menyerah, komunikatif dan adaptif.
Seperti diberitakan sebelumnya, tahun ini Fapet UGM menerima 333 mahasiswa baru atau 7 kelas termasuk 1 kelas IUP.
Selama studi, nantinya mahasiswa akan mendapatkan banyak penawaran beasiswa bekerja sama dengan industri maupun alumni. (*)
| Prosedur Registrasi Calon Mahasiswa Baru UGM Jalur SNBP 2026, Catat Jadwal dan Alurnya |
|
|---|
| Presiden Prabowo Ingin Jadi Mediator Konflik AS-Iran, Begini Tanggapan Pakar UGM hingga Jusuf Kalla |
|
|---|
| Soroti Kondisi Geopolitik hingga Kebijakan Luar Negeri Indonesia, Ini Pernyataan Sikap UGM dan UII |
|
|---|
| Dampak Perang Iran-AS, Ekonom UGM Desak Pemerintah Evaluasi Program dengan Anggaran Jumbo |
|
|---|
| Pernyataan Sikap Guru Besar dan Civitas Akademika UGM: ART Rugikan Indonesia dan Kedaulatan Negara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rektorat-ugm_20180417_193857.jpg)