Pendaki Wajib Paham, Resiko Menahan Kencing Saat Mendaki Gunung
Ketika anda menahan untuk tidak kencing maka urine yang terkumpul akan semakin banyak dan menyebabkan kandung kemih meregang sehingga timbul nyeri.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Ketika anda menahan untuk tidak kencing maka urine yang terkumpul akan semakin banyak dan menyebabkan kandung kemih meregang sehingga timbul nyeri.
Jika dalam jangka panjang kandung kemih terus menerus mengalami hal demikian, maka akan mempersulit kontraksi.
Kemungkinan selanjutnya seperti sulit buang air kecil akan dialami oleh siapapun yang sering menahan kencing.
Akan sangat merepotkan jika anda harus kencing menggunakan kateter.
2. Batu Kandung Kemih
Terlalu sering menahan kencing atau tidak menuntaskannya ternyata memiliki dampak negatif lain seperti munculnya batu kandung kemih.
Terjadi karena adanya endapan mineral di dalam kantong kemih yang tidak segera dikeluarkan lalu mengkristal atau memadat.
Gejala yang ditimbulkan seperti rasa nyeri saat kencing, kencing pasir atau nyeri hingga ke perut dan pinggang yang sewaktu-waktu muncul dan hilang.
3. Inkontinensia Urine
Dampak buruk berikutnya adalah terjadi kebocoran urine.
Penyebab utamanya adalah melemahnya otot kandung kemih.
Lemahnya otot tersebut dikarenakan terlalu sering menahan dan mengencang.
Sehingga elastisitas dan kekuatannya perlahan akan hilang.
Biasanya orang yang sudah terkena Inkontinensia urine sering mengompol.
4. Nyeri Pinggang
Pendaki
Pendaki Gunung
Tips Mendaki
tips mendaki gunung
Mendaki
Gunung
hutan
Alam
Menahan Kencing
buang air
Buang Air Kecil
nyeri saat buang air kecil
masalah kesehatan
Panduan
Etika
| DPW PKB DIY Silaturahim ke Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X: Wujudkan Warga DIY yang Teredukasi |
|
|---|
| Wagub DIY Dorong Mandiri Jogja Marathon 2026 Beri Efek Ganda bagi Pariwisata |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Jumat Pagi 24 April 2026: Teramati 17 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Krasak |
|
|---|
| Opo Iki Rek, Tulung Aku!, Nelayan Suramadu Ketakutan Terjebak Fenomena Pusaran Angin Raksasa di Laut |
|
|---|
| Update Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Kamis 23 April 2026: Teramati 14 Kali Guguran Lava |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Montana.jpg)