Wagub DIY Dorong Mandiri Jogja Marathon 2026 Beri Efek Ganda bagi Pariwisata
KGPAA Paku Alam X mendorong agar implementasi MJM dikoordinasikan dan dikolaborasikan secara intensif bersama Dinas Pariwisata DIY.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Antusiasme pelari dari dalam dan luar negeri terhadap ajang Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 terbukti melonjak tajam.
Hal itu terbukti setelah 10.000 tiket kepesertaan ludes terjual hanya dalam waktu 15 menit.
Menyoroti tingginya skala dan animo kegiatan yang akan digelar pada 21 Juni 2026 tersebut, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (Wagub DIY) KGPAA Paku Alam X menginstruksikan penyelenggara untuk mengoptimalkan potensi acara agar menghasilkan efek berganda (multiplier effect) yang nyata bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Pesan tersebut ditekankan langsung oleh Wagub DIY saat menerima audiensi Regional CEO Bank Mandiri Region VII/Jawa 2, Iwan Tri Imawan, beserta jajarannya di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Kamis (23/4/2026) kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, Sri Paduka mendorong agar implementasi MJM dikoordinasikan dan dikolaborasikan secara intensif bersama Dinas Pariwisata DIY.
Langkah strategis yang diusulkan antara lain menginkorporasikan MJM ke dalam Calendar of Event tahunan DIY, serta mengintegrasikan pemindaian kode QR aplikasi "Visiting Jogja" pada identitas pelari.
Aplikasi tersebut merupakan pusat informasi terpadu bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengakses panduan wisata, destinasi kuliner, dan agenda acara di Yogyakarta.
“Nanti di nametag-nya mungkin bisa ditambahkan scan QR Code aplikasi Visiting Jogja untuk memudahkan para tamu kita juga di sini. Biar mereka bisa akses langsung, seperti di mana sih rumah sakit terdekat, atau kalau mau naik kereta di mana stasiunnya. Bisa juga kalau mau cari kuliner khas di situ. Sekarang bisa dimudahkan dengan scan QR Code Visiting Jogja,” ujar KGPAA Paku Alam X.
Promosi Wisata
Sebagai upaya amplifikasi promosi wisata, Wagub DIY turut menyarankan penyelenggaraan lomba swafoto (selfie) bagi peserta.
Lomba ini dapat difokuskan pada latar belakang lokasi wisata atau situs bersejarah yang dilintasi rute maraton.
Selain itu, penyelenggara didorong untuk menggandeng pemengaruh (influencer) lokal agar gaung acara ini tidak sebatas pada komunitas lari, melainkan menarik minat masyarakat umum untuk berpartisipasi meramaikan lokasi pusat acara (venue) yang mewadahi beragam UMKM.
Terkait kehadiran panggung kesenian di lokasi acara, Sri Paduka memberikan catatan khusus agar penyelenggara turut memberdayakan para pegiat seni lokal yang masih merintis karier.
“Biar mereka juga mempunyai ruang untuk tampil,” kata Sri Paduka.
Lebih lanjut, demi menjamin kenyamanan seluruh pihak dan kelancaran operasional ajang internasional ini, Wagub DIY menyoroti infrastruktur dasar seperti keandalan jaringan internet dan ketersediaan fasilitas sanitasi (toilet) di sepanjang area.
“Mudah-mudahan lancar besok acaranya dan sebisa mungkin ada nilai tambahnya bagi semua,” pungkas Sri Paduka.
Baca juga: Siswa SLB Negeri 1 Bantul Ikuti Edutrain KAI Bandara, Belajar Mengenal Kereta hingga Cara Beli Tiket
Rekor Baru
| Sleman Raup PAD Pariwisata Rp103 Miliar di Triwulan 1: Penerimaan Pajak Resto Naik, Hotel Turun |
|
|---|
| Breaking News : Sidang Vonis Terdakwa Sri Purnomo Ditunda, Majelis Hakim Beri Penjelasan |
|
|---|
| Jelang Sidang Vonis, Kasus Hibah Pariwisata Sleman Jadi Ujian Integritas Peradilan |
|
|---|
| 51 Biksu Pembawa Pesan Damai Bakal Singgah di Jogja, Wagub DIY: Momentum Perkuat Moderasi Beragama |
|
|---|
| Wagub DIY Minta Pendidikan Karakter Tak Sekadar Teori, Harus Mudah Diterima Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20262404-Gelaran-Mandiri-Jogja-Marathon.jpg)