Berita Bantul Hari Ini

Sandiaga Uno Dorong Krebet Jadi Desa Wisata Kelas Dunia

Partisipasi Desa Krebet dalam ADWI 2024 diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan.

Tayang:
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Hanif Suryo
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi Desa Wisata Krebet, Bantul, Sabtu (20/7). 

Dari penamaannya sudah bisa diketahui kalau letak air terjun ini ada di bawah jurang, tapi tak perlu khawatir karena pihak pengelola sudah membuat jalan setapak untuk pengunjung sehingga dapat mencapai lokasi dengan mudah. 

Terdapat pula Sumur Kawak, sebuah sumur tua yang ada di desa wisata Krebet dengan keunikanya tidak pernah kering serta Sendang Tirta yakni sumber mata air tua di desa wisata Krebet

Desa Wisata Krebet turut menawarkan sensasi petualangan dengan offroad. Untuk menikmati pemandangan matahari terbenam yang spektakuler, disarankan untuk mengunjungi desa antara jam 4 sore hingga jam 6 sore. 

Saat matahari mulai merundukkan diri, langit di Desa Wisata Krebet menjadi panggung bagi pertunjukan alam yang tak terlupakan. 

Selain itu, Desa Wisata Krebet juga memiliki kekayaan kesenian tradisional berupa Jathilan Tradisional Sri Mudha Budaya, sebuah kesenian tradisonal yang menyatukan antara unsur gerakan tari dan magis. 

Jenis kesenian ini dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Kesenian yang juga sering disebut dengan nama jaran kepang ini dapat dijumpai di daerah-daerah Jawa. 

Ada pula Ketophrak, kesenian rakyat yang komplit, karena dalam kethoprak memuat berbagai unsur kesenian lainnya. Dalam suatu pementasan kethoprak didalamnya ada unsur karawitan, tari, dagelan, tembang, tata artistik bahkan seni peran berkolaborasi untuk memainkan sebuah lakon. Kethoprak di Desa Wisata Krebet biasanya ditampilkan saat ada hajatan Bersih Desa atau hajatan warga desa.

Adapun dalam kunjungan tersebut, Sandiaga Uni turut disuguhi kesenian Gejog Lesung, yang pelestariannya dilakukan oleh anak-anak Karang Taruna Desa Wisata Krebet

Dalam penampilannya biasanya diselipi dengan adegan-adegan dramatikal yang membuat penampilan Gejog Lesung Krebet ini tidak membosankan.

Setahun sekali, Desa Wisat Krebet juga menggelar Merti Dusun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan kepada Masyarakat Krebet dalam waktu setahun. 

Selain itu kegiatan Merti dusun juga ditujukan untuk mempererat tali persaudaran antar warga dan menggiatkan kegiatan gotong royong. 

Merti Dusun dilaksanakan setiap tahun dan berlangsung setiap bulan Jumadil Akhir.

Seluruh warga masyarakat Krebet, baik orang tua, remaja, anak-anak ikut andil dalam kegiatan ini. 

Sebuah gunungan terdiri dari macam-macam sayuran dan buah-buahan serta dibuat secara bergiliran antar RT.

Penyusunan bentuk dan isi gunungan disamakan dengan gunungan yang dilaksanakan oleh Kraton Ngayogyakarta Hadinigrat. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved