9 Sapi di Sleman Masuk Bursa Calon Hewan Kurban Presiden
DP3 Kabupaten Sleman menyiapkan sembilan ekor sapi unggulan, mayoritas jenis Simental untuk diseleksi sebagai calon hewan kurban Banpres
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- DP3 Sleman menyiapkan sembilan sapi unggulan (mayoritas jenis Simental) berbobot di atas 850 kg untuk diseleksi sebagai calon hewan kurban Bantuan Presiden.
- Sapi calon Banpres wajib melalui uji laboratorium dan cek fisik menyeluruh untuk memastikan bebas dari PMK, cacat fisik, serta parasit cacing hati.
- Program ini menjadi ajang kompetisi sehat bagi peternak muda di Sleman guna meningkatkan citra dan nilai jual peternakan lokal sebagai penyedia bibit unggul.
TRIBUNJOGJA .COM, SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menyiapkan sembilan ekor sapi unggulan, mayoritas jenis Simental untuk diseleksi sebagai calon hewan kurban Bantuan Presiden (Banpres).
Sapi-sapi dengan bobot di atas 850 kilogram tersebut kini tengah diperiksa dan telah diambil sampelnya untuk menjalani uji laboratorium, memastikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Fasciola hepatica atau cacing hati.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) DP3 Sleman, drh. Hetty Sugiyanti mengatakan, proses seleksi dilakukan dengan ketat.
Kabupaten Sleman pada tahun ini, menurut dia, mendapatkan kuota 1 ekor sapi bantuan presiden.
Namun demikian, bantuan presiden jatah Provinsi DIY pada tahun ini rencananya juga akan didistribusikan ke Sleman.
"Kriteria banpres minimal berbobot 850 kilogram ke atas, meski idealnya 1 ton. Saat ini yang sudah terseleksi ada yang beratnya 891 kg dan 860 kg. Semuanya jenis Simental," ujar Hetty, tempo hari.
Rencananya, sapi Banpres untuk jatah provinsi akan ditempatkan di wilayah Tempel, sedangkan jatah Kabupaten Sleman akan ditempatkan di Minggir.
Untuk memastikan kualitas, tim telah mengambil sampel feses untuk diuji di Balai Diagnosis Kesehatan (BDK) milik Pemerintah Provinsi. Pengujian ini bertujuan meminimalisir adanya Fasciola hepatica atau cacing hati.
Menurut Hetty, meski ditemukan cacing hati pada hewan kurban, masyarakat sebenarnya tidak perlu panik karena cacing hati tidak bersifat zoonosis atau tidak menular ke manusia.
Baca juga: Berburu Jagoan Sapi Kurban Presiden dari 5 Kabupaten/Kota di DIY
Sapi yang ikut seleksi banpres juga telah dilakukan pengecekan secara fisik. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh.
"Secara fisik sudah dicek, hasilnya bersih dari PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Sapinya jantan, umur di atas 1,5 hingga 2 tahun, dan tidak cacat fisik seperti kropeng-kropeng, telinga sobek atau tanduk rusak," ujarnya.
Sapi asal Sleman selama ini memang menjadi langganan jadi hewan kurban Presiden. Tren positif ini dinilai lahir berkat kemunculan para peternak milenial di wilayah Sleman.
Selain itu, kabupaten yang beririsan dengan Gunung Merapi ini juga menjadi kantong sapi sapi besar terutama di wilayah Berbah, Kalasan, Ngemplak, hingga Cangkringan.
Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, menyambut baik antusiasme para peternak muda ini.
| Presiden Prabowo Berkurban 6 Sapi Jumbo untuk DIY, Beratnya Mendekati 1 Ton per Ekor |
|
|---|
| Daya Beli Turun dan Harga Sapi Melonjak, Tren Kurban Warga Yogyakarta Bergeser ke Kambing |
|
|---|
| Stok Hewan Kurban di Kota Yogyakarta Minim, Andalkan Pasokan dari Luar Daerah |
|
|---|
| DPKP DIY Datangkan Ternak dari Luar DIY untuk Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban |
|
|---|
| Harga Hewan Kurban di Gunungkidul Mulai Bergerak Naik, Pasokan Dipastikan Surplus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jelang-Idul-Adha-Harga-Sapi-Kurban-di-Sleman-Mulai-Merangkak-Naik.jpg)