Berburu 'Jagoan' Sapi Kurban Presiden dari 5 Kabupaten/Kota di DIY

Pemda DIY melalui DPKP DIY telah resmi mengajukan enam ekor sapi sebagai kandidat hewan kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden

Tayang:
Tribun Jogja/Hanif Suryo
SAPI KURBAN PRESIDEN : (Dokumentasi) Sapi berjenis peranakan ongole milik Bayu Setiawan (43), warga Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta, dibeli oleh Presiden Prabowo untuk dijadikan hewan kurban pada Idul Adha 2025. Pemda DIY melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY telah resmi mengajukan enam ekor sapi sebagai kandidat hewan kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha mendatang.  

Ringkasan Berita:
  • DPKP DIY telah resmi mengajukan enam ekor sapi sebagai kandidat hewan kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha mendatang. 
  • Otoritas terkait tengah menunggu proses seleksi akhir dari Setneg guna memastikan sapi-sapi tersebut memenuhi kriteria berat dan kesehatan yang ditetapkan.
  • Menurut Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, enam ekor sapi tersebut merupakan hasil pengerucutan dari total sembilan usulan awal yang diajukan pemerintah kabupaten dan kota di DIY.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY telah resmi mengajukan enam ekor sapi sebagai kandidat hewan kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha mendatang. 

Saat ini, otoritas terkait tengah menunggu proses seleksi akhir dari Sekretariat Negara (Setneg) guna memastikan sapi-sapi tersebut memenuhi kriteria berat dan kesehatan yang ditetapkan.

Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, menyatakan bahwa enam ekor sapi tersebut merupakan hasil pengerucutan dari total sembilan usulan awal yang diajukan oleh pemerintah kabupaten dan kota di seluruh wilayah DIY.

Seleksi awal dilakukan untuk memastikan setiap daerah memiliki keterwakilan dalam bursa sapi bantuan presiden tersebut.

"Kami baru saja menyampaikan usulan kepada Dirjen Peternakan. Kemarin, kami sudah menyiapkan usulan sebanyak 6 ekor sapi yang nantinya akan dibeli oleh Bapak Presiden. Namun, sampai hari ini kami masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai proses seleksinya dari pihak Sekretariat Negara (Setneg)," ujar Aris, Jumat (8/5/2026).

Dari sisi asal daerah, sapi-sapi yang diusulkan berasal dari empat kabupaten dan satu kota di DIY. Namun, Aris memberikan catatan khusus untuk wilayah Kota Yogyakarta. Karena tidak ditemukannya sapi yang memenuhi kriteria berat minimal banpres di wilayah perkotaan, maka pengadaannya dialihkan ke wilayah penyangga.

"Sapi-sapi ini berasal dari 4 kabupaten dan 1 kota di DIY. Khusus untuk wilayah kota, karena tidak ada sapi yang tersedia untuk kriteria Bantuan Presiden, maka pengadaannya akan diambil dari Bantul. Jadi, dari total usulan tersebut, ada dua ekor yang berasal dari Bantul," jelasnya.

Proses pemilihan sapi kurban

Terkait proses pemilihan, Aris menekankan bahwa tahap ini masih bersifat usulan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tidak semua sapi yang diusulkan daerah otomatis lolos seleksi Setneg.

DPKP DIY sengaja melakukan seleksi ketat sejak di level provinsi agar peluang lolos lebih besar, mengingat adanya pembatasan kuota dari pusat.

"Awalnya, teman-teman dari kabupaten mengusulkan total 9 ekor sapi, namun kemudian kami kerucutkan menjadi 6 ekor untuk dikirim datanya ke Jakarta. Kami tidak mengirimkan semua usulan karena adanya keterbatasan kuota. Harapan kami, dan juga pihak kementerian, di setiap kabupaten/kota memiliki 'jagoannya' masing-masing," kata Aris.

Mengenai spesifikasi fisik, standar utama yang dipatok adalah sapi dengan bobot minimal 1 ton atau lebih. Kendati demikian, terdapat pengecualian untuk Kabupaten Sleman. Aris menyebutkan bahwa sapi terbesar yang ada di Sleman saat ini belum mencapai angka 1 ton, namun tetap diajukan demi menjaga keterwakilan wilayah.

"Mengenai kriteria berat, kami mengharapkan sapi dengan berat minimal 1 ton atau lebih. Namun, di Sleman ada sapi yang beratnya ternyata kurang dari 1 ton. Meski begitu, sapi tersebut tetap kami usulkan karena merupakan yang terbesar di wilayah tersebut. Kami berharap setiap kabupaten punya perwakilan masing-masing, semoga saja bisa lolos seleksi," tuturnya.

Pemerintah DIY juga berkomitmen melakukan pendampingan intensif pasca-pengusulan. Fokus utama tim dokter hewan adalah memastikan kondisi fisik sapi tetap prima hingga hari pemotongan.

"Sebelum data dikirim ke Jakarta, kami sudah melakukan seleksi awal di tingkat daerah. Apabila nantinya pihak Setneg atau Kementerian sudah memberikan sinyal mengenai sapi mana yang akan dipilih, kami bersama tim dari kabupaten/kota akan rutin melakukan pengecekan. Kami harus memastikan kondisi kesehatan sapi bantuan presiden ini terjaga dengan baik; jangan sampai berat badannya turun (drop) atau terserang penyakit. Itu yang menjadi fokus penjagaan kami," tegas Aris.

Bantuan kurban Gubernur DIY

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved