Pupuk Sampah yang Belum Terolah Maksimal Kini Ditimbun Oleh Pemkab Bantul

Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, mengatakan tumpukan pupuk yang dipenuhi oleh sampah itu diuruk menggunakan alat berat.

TRIBUNJOGJA.COM/ Dok. Kapanewon Sanden
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo dan sejumlah pejabat sedang meninjau lokasi dropping pupuk yang belum terolah maksimal di barat Goa Cemara Sanden, Rabu (3/7/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pupuk sampah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta yang belum diolah secara maksimal dan diberikan kepada sejumlah petani di pesisir selatan Bantul, kini diuruk dan ditimbun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Yogyakarta memberikan pupuk dari olahan limbah sampah ke sejumlah petani di pesisir selatan Kabupaten Bantul.

Salah satunya didropping di barat Pantai Gua Cemara atau tepat di Padukuhan Patihan, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden.

Sayangnya, saat diterima, pupuk itu belum terolah dengan maksimal, sehingga tidak bisa dipergunakan oleh para petani dan sempat dianggurkan sejak sepekan yang lalu.

Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, mengatakan tumpukan pupuk yang dipenuhi oleh sampah itu diuruk menggunakan alat berat.

Di mana, alat berat dipinjam oleh salah satu perusahaan yang kebetulan ada di Kabupaten Bantul.

"Kebetulan di lokasi pembuangan sampah pada lahan pertanian pasir di Padukuhan Patihan ada perusahaan yang memiliki alat berat. Jadi, saya minta tolong agar alat berat tersebut bisa untuk menggali lubang untuk ditimbun sampah. Kemudian diuruk dan diratakan kembali," katanya kepada awak media, Rabu (3/7/2024).

Baca juga: Pemkab Bantul Bangun TPS Modalan Senilai Rp17,74 Miliar untuk Tuntaskan Masalah Sampah

Menurutnya, tindakan tersebut menjadi salah satu solusi tepat untuk mengatasi permasalahan yang sedang dialami oleh para petani di pesisir selatan Kabupaten Bantul pada saat ini.

"Pupuk yang didominasi oleh sampah itu ditimbun di sekitar lokasi dropping. Tapi agak jauh dari Pantai Goa Cemara. Itu jadi solusi tercepat," ucap Panewu Sanden, Deni Ngajis Hartono.

Lanjutnya, guna mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya berharap kepada pemerintah Kota Yogyakarta untuk tidak membuang sampah di area lahan pertanian.

"Tadi, pak Wakil Bupati Bantul menyatakan truk sampah dari DLH Kota Yogyakarta dilarang membuang sampah di lahan pertanian pasir," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Pantai Selatan Bantul, Edy Nugroho, mengatakan, timbunan sampah dari truk DLH Kota Yogyakarta tidak saja di wilayah Kapanewon Sanden, namun juga di Kapanewon Srandakan.

"Kita harap Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta memindahkan tumpukan sampah ke akses jalan tani, sehingga jalan bisa keras karena saat ini masih berupa pasir. Jadi tidak perlu sampah itu diangkut lagi ke wilayah Kota Yogyakarta," pintanya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved