Ini Perintah Kapolri Soal Pengusutan Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
Kapolri meminta pengusutan kasus pembunuhan Vina Cirebon pada 2016 silam itu diusut secara transparan dan berdasarkan scientific crime investigation
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Menurutnya, ada ketidaklaziman penanganan kasus pembunuhan sepasang kekasih tersebut, bahkan sudah terjadi sejak awal, yaitu penyidikan.
"Kejanggalan ada mulai dari penyidikan, sampai penuntutan, sampai putusan dan inkrah (putusan berkekuatan hukum tetap," ujarnya.
Kejanggalan pertama adalah pihak polisi menyebut kasus pembunuhan itu merupakan kasus kecelakaan.
"Kok, kasus (kecelakaan) itu lukanya parah kayak gitu?" tanya Aryanto.
Lalu kejanggalan kedua adalah keterlibatan Iptu Rudiana yang merupakan ayah dari korban Eki dalam melakukan penangkapan dan interograsi para pelaku.
Padahal, Iptu Rudiana saat itu merupakan reserse narkoba.
Seharusnya Rudiana menyerahkan ke bagian Reserse Kriminal (Reskrim).
"Kemudian abis ditangkep digebuki, ada juga saksi yang diarahkan," tambahnya.
Selain kejanggalan ada pada penyidikan, penanganan di pihak kejaksaan juga bikin dahi Aryanto berkerut.
Kenapa Jaksa menerima begitu saja BAP yang dinilai 'gombal' dari penyidikan tanpa memeriksa alat bukti.
"Kalau berkas dikirim ke jaksa, kewajiban jaksa ini untuk membuktikan apakah cukup enggak buktinya tapi kenyataannya, tidak. Kita sendiri heran loh, kasus pembunuhan kayak gitu kok DNA enggak diambil," katanya.
Sampai ke pengadilan pun, ujar Aryanto, hakim berani memutus hukuman kepada para pelaku dengan bukti yang terlalu sederhana.
"Apalagi mutusnya Pasal 340, pemerkosaan, itu kalau hakim yang bener, dalam pembuktian harusnya scientific crime investigation ditanya tapi kok waktu itu tidak dan diputus," katanya lagi. (*)
| Apel Nataru 10.000 Banser: Kapolri Minta Banser Bersinergi dengan Polri |
|
|---|
| Tanggapan Jimly dan Respon Kapolri Soal Perpol 10/2025 |
|
|---|
| Kapolri Hadiri Apel Srawung Agung, Berkolaborasi dan Bersinergi dengan Jaga Warga |
|
|---|
| Kapolri Tinjau Kesiapan Personel dan Sarpras Brimob DIY Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun |
|
|---|
| Kapolri Wanti-Wanti: Anak-Anak Jadi Target Rekrutmen Teroris Lewat Game Online |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kapolri-Minta-Jajaran-Kepolisian-Buat-Pemetaan-Potensi-Konflik-Jelang-Pemilu-2024.jpg)