tips kesehatan

TIPS SEHAT : Perbedaan Maag dan GERD, Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Memahami perbedaan maag dan GERD sangat penting untuk diagnosis dan pengobatan atau perawatan yang sesuai.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
net
ILUSTRASI - Sakit Maag 

TRIBUNJOGJA.COM - Maag dan GERD, dua kondisi yang sering disalahartikan sebagai hal yang sama, pada kenyataannya memiliki perbedaan mendasar dalam penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

Memahami perbedaan maag dan GERD sangat penting untuk diagnosis dan pengobatan atau perawatan yang sesuai.

Berikut perbedaan antara maag dan GERD, dilansir Tribun Jogja dari berbagai sumber :

Maag

Maag, peradangan pada lambung, biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

1. Infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori): Bakteri ini dapat hidup di lapisan lambung dan merusak mukosa lambung, memicu peradangan dan gejala maag.

2. Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) berlebihan: Obat seperti ibuprofen dan aspirin dapat mengiritasi lapisan lambung dan meningkatkan risiko maag, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

3. Stres: Stres kronis dapat mengganggu fungsi normal pencernaan, termasuk meningkatkan produksi asam lambung dan memperlambat gerakan makanan di lambung, yang dapat memicu maag.

4. Pola makan yang tidak sehat: Konsumsi makanan pedas, berlemak, asam, dan kafein berlebihan dapat mengiritasi lambung dan meningkatkan risiko maag.

Baca juga: TIPS SEHAT: 4 Obat Herbal untuk Mengatasi GERD

Gejala maag yang umum meliputi:

- Nyeri perut: Rasa perih atau panas di perut bagian atas, terutama setelah makan.

- Mual dan muntah: Rasa ingin mual dan muntah, terkadang disertai dengan muntahan asam lambung.

- Hilang nafsu makan: Kehilangan minat untuk makan karena rasa tidak nyaman di perut.

- Kembung: Perut terasa begah dan penuh gas.

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD terjadi ketika katup esofagus bagian bawah (LES) lemah, sehingga asam lambung mudah naik ke kerongkongan dan mengiritasinya.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko GERD antara lain:

1. Kelemahan LES: LES yang lemah tidak dapat menutup dengan sempurna, sehingga asam lambung mudah naik.

2. Hernia hiatus: Kondisi di mana bagian atas lambung menonjol melalui celah di diafragma, melemahkan LES.

3. Obesitas: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada perut, mendorong asam lambung ke atas.

4. Kebiasaan tertentu: Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan makan sebelum tidur dapat memperlemah LES dan memperburuk GERD.

5. Kehamilan: Peningkatan hormon progesteron selama kehamilan dapat memperlambat gerakan makanan di lambung dan melemahkan LES.

Gejala khas GERD meliputi:

- Heartburn: Sensasi terbakar di dada atau rasa panas di belakang tulang dada, terutama setelah makan atau berbaring.

- Regurgitasi asam lambung: Rasa asam atau pahit di mulut karena asam lambung naik ke kerongkongan.

- Kesulitan menelan: Rasa mengganjal atau sesak di tenggorokan saat menelan.

- Batuk kering: Iritasi pada kerongkongan akibat asam lambung dapat memicu batuk kering, terutama di malam hari.

Baca juga: Tips Sehat: 11 Makanan Minuman yang Dapat Menurunkan Kolesterol Jahat

Bagaimana cara mengatasi maag dan GERD?

Pengobatan untuk maag dan GERD berfokus pada meredakan gejala dan mencegah kekambuhan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

Maag

1. Ubah pola makan: Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, hindari makanan pedas, berlemak, asam, dan kafein berlebihan. Makan dengan teratur dan dalam porsi kecil.

2. Minum obat: Antasida dapat membantu menetralkan asam lambung dan meredakan nyeri. Penghambat pompa proton (PPI) dapat mengurangi produksi asam lambung.

3. Kelola stres: Temukan cara untuk mengelola stres dengan baik, seperti meditasi, yoga, atau olahraga.

4.  Berhenti merokok: Merokok dapat memperburuk iritasi lambung.

GERD

1. Ubah pola makan: Terapkan pola makan seperti pada maag. Hindari makan sebelum tidur.

2. Jaga berat badan ideal: Kelebihan berat badan dapat memperburuk GERD.

3. Tidur dengan ganjal kepala: Gunakan bantal tambahan untuk meninggikan kepala saat tidur.

4. Berhenti merokok dan kurangi kafein dan alkohol: Kebiasaan ini dapat memperlemah LES dan memperburuk GERD.

5. Minum obat: Antasida, PPI, dan H2 blocker dapat membantu menetralkan asam lambung dan meredakan gejala GERD.(*) 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved