Apa Itu UNRWA? Kenalan dengan Badan PBB yang Mengurusi Pengungsi
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi sempat menyinggung tentang UNRWA ketika memberikan kuliah umum di UGM. Apa itu UNRWA?
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Apa yang UNRWA lakukan di Palestina?
UNRWA mengelola tempat penampungan bagi para pengungsi dan mendistribusikan satu-satunya akses bantuan yang diizinkan masuk oleh Israel.
Lebih dari itu, lembaga ini juga menyediakan infrastruktur dan fasilitas penting untuk kehidupan sehari-hari yang sangat kurang di Gaza akibat siklus kekerasan, pengepungan, pemiskinan yang tidak ada habisnya.
UNRWA menjalankan fasilitas kesehatan dan pendidikan di Gaza, termasuk pusat pelatihan guru dan hampir 300 sekolah dasar. Mereka juga memproduksi buku pelajaran untuk mendidik generasi muda Palestina.
Di Gaza saja, badan ini mempekerjakan sekitar 13.000 orang.
Sebagai lembaga PBB terbesar yang beroperasi di Gaza, UNRWA, berperan penting dalam upaya kemanusiaan.
UNRWA juga menjadi sasaran politis dari berbagai pihak selama bertahun-tahun.
Baca juga: Menlu Retno: Indonesia Akan Gunakan Semua Pengaruh Hadang Veto Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Keberadaan mereka dikritik oleh Israel karena dianggap memperkuat status warga Palestina sebagai pengungsi, dan mendorong harapan orang-orang Palestina untuk mendapatkan hak untuk kembali ke tempat mereka terusir pada 1948 atau selama perang.
Nasib para pengungsi ini telah menjadi topik utama dalam konflik Arab-Israel.
Banyak warga Palestina memimpikan kembali ke Palestina yang bersejarah, yang sebagian wilayahnya kini berada di Israel.
Sementara itu, Israel menolak klaim tersebut dan sering mengkritik pembentukan UNRWA karena mengizinkan status pengungsi diwariskan.
Bagaimana situasinya sejak invasi Israel 7 Oktober 2023?
Sejak Israel melancarkan serangan di Gaza, UNRWA adalah satu dari sedikit lembaga bantuan internasional yang masih bisa beroperasi di kawasan itu.
Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi ke selatan dan setidaknya 1,7 juta warga Palestina berlindung di fasilitas UNRWA.
Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan lebih dari 26.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah terbunuh sejak Israel melancarkan serangan udara dan invasi darat sebagai pembalasan atas serangan 7 Oktober.
( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )
| IRGC : Kami Punya Senjata Rahasia yang Tak Terbayangkan oleh AS dan Israel |
|
|---|
| 15 Tahun Ikut Merawat Jogja Istimewa |
|
|---|
| Peringati Harlah ke-80 di Jogja, Muslimat NU Surati PBB Desak Penghentian Perang Global |
|
|---|
| Iran : Tak Ada Dialog Damai Sebelum Israel Berhenti Bom Lebanon |
|
|---|
| Alasan Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Setelah Dibuka Beberapa Jam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Serangan-Israel-ke-Sebuah-Rumah-di-Kawasan-Kamp-Pengungsi-Nuseirat-Tewaskan-14-Orang.jpg)