Perayaan Santo dan Santa

Santo dan Santa Pelindung Hari ini 3 Juni 2024

Umat Katolik dapat terus berusaha untuk hidup sesuai dengan ajaran dan teladan Kristus, sebagaimana dicontohkan oleh para Santo dan Santa

Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
DOK. Freepik
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Perayaan Santo dan Santa Pelindung setiap hari adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan Gereja Katolik.

Ini bukan hanya tentang mengenang orang-orang suci masa lalu, tetapi juga tentang mendapatkan inspirasi, dukungan, dan memperkuat ikatan komunitas iman di masa kini.

Melalui perayaan ini, umat Katolik dapat terus berusaha untuk hidup sesuai dengan ajaran dan teladan Kristus, sebagaimana dicontohkan oleh para Santo dan Santa.

Berikut perayaan Santo dan Santa Pelindung Hari ini Senin 3 Juni 2024 :

1. Santo Karolus Lwanga, Martir Uganda

Kedatangan misionaris-misionaris Katolik untuk mewartakan Injil Kristus dianggap sebagai penghalang keberlangsungan praktek adat-istiadat dan kebiasaan buruk di beberapa tempat termasuk di Uganda.

Saat misionaris datang ke Uganda pada tahun 1879, adat istiadat disana masih tergolong sangat primitif. Perdagangan budak, poligami dan pemerkosaan anak-anak dianggap hal yang biasa.

Baca juga: Santo dan Santa Pelindung Hari ini 30 Mei 2024

Penguasa setempat sangat benci terhadap ajaran-ajaran Kristen. Akibatnya, aksi pembunuhan terhadap para misionaris itu banyak terjadi. Banyak juga pemuda-pemuda Uganda yang sudah menjadi Kristen dibunuh.

Karolus Lwanga adalah salah seorang anak yang melayani raja Muanga. Muanga dikenal sebagai raja yang bejat. Ia biasa memuaskan nafsu seksnya pada anak-anak lelaki yang melayaninya.

Melihat kebejatan Muanga ini, Karolus Lwanga selalu bersikap hati-hati. Ia juga mengawaskan anak-anak Uganda yang sudah menjadi Kristen agar tidak tercemar oleh perbuatan bejat Muanga.

Anak-anak Uganda yang sudah menjadi Kristen tidak terlepas dari berbagai ancaman. Namun anak-anak ini semakin kuat imannya dan tidak menghiraukan segala bentuk ancaman itu. 
 
Anak-anak Kristen yang belum dibunuh, termasuk di dalamnya Karolus Lwanga, ditangkap dan dipenjarakan. Karolus yang tertua segera mempermandikan dan mengajar mereka tentang ajaran-ajaran iman Kristen.

Ia menguatkan hati mereka untuk menerima segala akibat yang paling buruk. Iman mereka teguh dan mereka bersedia menjalani hukuman bakar yang ditimpakan atas mereka. 

Karolus dibunuh bersama kawan-kawannya demi membela iman Kristen. Mereka yakin bahwa Tuhan akan memberi mereka pahala di surga yang jauh lebih membahagiakan. Oleh Sri Paus Paulus VI, Karolus dinyatakan ‘kudus’ pada tahun 1964. 


2. Santa Klotilda, Pengaku Iman

Klotilda adalah puteri raja Burgundia, ia menuntut calon suaminya, Raja Klodwig dari Franken yang masih kafir, supaya tetap diperbolehkan melaksanakan kewajiban agamanya.

Ketika anak sulung mereka meninggal sesudah pembaptisannya, Klodwig suaminya, hampir membatalkan perjanjian tersebut.

Baca juga: INFO Prakiraan Cuaca Senin 3 Juni 2024: Hujan Diprediksi Turun di 30 Provinsi Hari Ini

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved