Pakar Farmasi UGM Jelaskan Efek Samping Silikon, Bisa Timbulkan Stroke hingga Kematian

Kunci dari penggunaan silikon yang aman adalah dilakukan oleh dokter ahli dan berpengalaman serta sudah mempertimbangkan betul kondisi pasiennya

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
shanghaiist
ILUSTRASI: Suntik silikon payudara 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus kematian seorang perempuan Yogyakarta berinisial PK (27) setelah melakukan suntik silikon payudara di sebuah salon di Tambakbayan, Babarsari, Sleman menimbulkan sebuah pertanyaan.

Sebenarnya, seberapa berbahaya silikon jika masuk ke dalam tubuh?

Pakar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D menjelaskan silikon sebenarnya tidak selalu mematikan.

Dia mengatakan, banyak orang yang bertahun-tahun memanfaatkan silikon di dalam tubuhnya.

Namun, ia menekankan, kunci dari penggunaan silikon yang aman adalah dilakukan oleh dokter ahli dan berpengalaman serta sudah mempertimbangkan betul kondisi pasiennya.

“Tetap ada efek samping yang berbahaya, bahkan termasuk kematian. Beberapa diantaranya adalah menyebabkan reaksi pada kulit, stroke, granuloma, dan emboli paru,” tutur dia kepada Tribun Jogja, Jumat (31/5/2024).

Zullies menjelaskan, pada kulit, reaksi itu bisa berupa memar atau kebiruan di kulit.

Baca juga: KASUS Wanita Asal Jogja Tewas Seusai Suntik Silikon Payudara di Salon Wilayah Sleman

Selain itu, juga bisa menimbulkan reaksi alergi, seperti kemerahan, bengkak, rasa sakit, gatal, serta timbulnya benjolan pada area yang disuntik.

“Silikon juga sangat mudah berpindah dan menyebar dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya. Ketika itu disuntikkan ke area yang mengandung banyak pembuluh darah, seperti wajah dan bokong, silikon bisa menimbulkan sumbatan dan menghalangi aliran darah pada pembuluh darah di otak. Setelahnya, bisa menimbulkan stroke,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Zullies, suntik silikon dapat menyebabkan peradangan pada jaringan tubuh yang membuat jaringan tersebut rusak dan mengeras.

Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai granuloma.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan yang keras dan nyeri, serta kerusakan jaringan tubuh di lokasi penyuntikan silikon.

Tak hanya itu, suntik silikon juga berisiko menimbulkan emboli paru atau penyumbatan di pembuluh darah paru-paru.

Kondisi ini sangat serius dan memerlukan penanganan medis secepatnya, karena bisa menimbulkan kerusakan permanen pada paru-paru hingga kematian.

“Kuncinya sebenarnya ada di dokter ahli itu karena tidak bisa sembarangan memasukkan silikon ke dalam tubuh,” tukas dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved