Puisi
Kumpulan Puisi Tentang Hari Kebangkitan Nasional
Berikut ini adalah kumpulan puisi yang bisa anda gunakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - berikut ini adalah kumpulan puisi yang bisa anda gunakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Salah satu cara untuk dapat memperingati Hari Kebangkitan Nasional adalah dengan mengekspresikannya lewat puisi.
Puisi-puisi ini bisa anda kirimkan kepada teman ataupun keluarga dan juga bisa jadi ide caption di sosial media.
Simak puisi bertema Hari Kebangkitan Nasional di bawah ini:
Karawang-Bekasi
Karya: Chairil Anwar
Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi,
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi
Hai. Kamu!
Oleh: W.S. Rendra
Luka-luka di dalam lembaga,
Intaian keangkuhan kekerdilan jiwa,
Noda di dalam pergaulan antar manusia,
Duduk di dalam kemacetan angan-angan.
Aku berontak dengan memandang cakrawala.
Jari-jari waktu menggamitku,
Aku menyimak kepada arus kali,
Lagu margasatwa agak mereda,
Indahnya ketenangan turun ke hatiku,
Lepas sudah himpitan-himpitan yang mengekangku.
Pesona Negeriku
Karya: Rintanalinie Girinata Primanique
Indahnya bumi pertiwi paru-paru dunia
Negeri cincin api rawan bencana
Surga eksotika maha sempurna
Melenakan hati manjakan mata
Bentang alam untaian zamrud khatulistiwa
Gugusan pulau tebar pesona
Bertabur pantai kental budaya
Harmoni kehidupan di tengah heterogenitas bangsa
Buaian bumi khatulistiwa
Dalam lukisan pena indah kuasa-Nya
Menyimpan satwa dan tumbuhan langka
Potensi alam luar biasa
Mengurai kepingan cerita
Beranekaragam kepercayaan dan budaya
Keindahan yang tak terungkap kata
Selayaknya kita jaga
Sajak Sebatang Lisong
Oleh: W.S. Rendra
Menghisap sebatang lisong
Melihat Indonesia Raya
Mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka
Matahari terbit,
Fajar tiba,
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.
Delapan juta kanak-kanak menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan,
tanpa pepohonan,
tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.
Menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting antri uang pensiun,
Dan di langit
para tekhnokrat berkata:
bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun
mesti di-up- grade
Semoga Bermanfaat! (MG Risma Tia)
| 15 Contoh Puisi Hari Ibu 22 Desember yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna |
|
|---|
| 5 Contoh Puisi Tema Tentang Indahnya Toleransi , Perbedaan Menjadi Kedamaian |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Rindu Sahabat yang Meniti Karir di Luar Negeri |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Kesendirian dan Kesepian di Tengah Hiruk Pikuk Kota |
|
|---|
| 5 CONTOH Puisi Romantis yang Dijamin Bikin Si Dia Makin Jatuh Hati Padamu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/HARKITNAS-20-MEI.jpg)