Tips Kesehatan
7 BAHAYA Kerja Shift Malam dan Begadang, Menurunkan Kemampuan Otak, Depresi dan Terkena Diabetes
Buat Anda para pekerja shift malam dan hobi begadang, wajib tahu bahaya dan dampak buruk pada tubuh. Jangan disepelekan!
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
TRIBUNJOGJA.COM - Apakah Anda tipe pekerja yang mendapatkan shift malam atau kerja lembur?
Bekerja pada shift malam atau sering melakukan lembur bukanlah hal yang jarang di era modern ini.
Namun, di balik imbalan finansial dan fleksibilitas waktu, terdapat risiko kesehatan yang serius yang sering terabaikan.
Salah satunya adalah risiko terkena diabetes. Meskipun diabetes sering dikaitkan dengan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, namun faktor-faktor seperti shift malam dan lembur juga memiliki peran penting dalam peningkatan risiko terkena penyakit ini.
Dikutip Tribunjogja.com dari Medical Daily lewat laman Kompas.com, adas studi yang menunjukkan bahwa kerja shift malam bisa menimbulkan beberapa penyakit seperti risiko diabetes.
Peneliti studi terbaru dari Washington State University dan Pacific Northwest National Laboratory mengulik bagaimana pekerja shift malam lebih rentan terhadap gangguan metabolisme, seperti obesitas dan diabetes.
Menurut peneliti yang diterbitkan dalam Journal of Proteome Research, hanya dalam beberapa hari jadwal shift malam dilakukan, sudah dapat mengganggu ritme protein yang berkaitan dengan regulasi glukosa darah, metabolisme energi, dan peradangan.
Itu semua proses yang dapat memengaruhi perkembangan kondisi metabolisme kronis.
Penelitian dilakukan dengan para peneliti merekrut sukarelawan yang menjalani simulasi jadwal shift malam atau siang selama tiga hari.
Ini disebabkan oleh regulasi insulin yang mencoba membatalkan perubahan glukosa yang dipicu oleh jadwal kerja shift malam.
Para peneliti mengungkapkan bahwa regulasi insulin tersebut mungkin merupakan respons yang sehat untuk sesaat, tetapi menimbulkan masalah dalam jangka panjang.
“Ada proses yang terkait dengan jam biologis utama di otak kita yang mengatakan bahwa siang adalah siang dan malam adalah malam," ungkap penulis studi senior Hans Van Dongen dari WSU Elson S. Floyd College of Medicine dalam rilis beritanya.
Baca juga: 11 Manfaat Kunyit Asam untuk Kesehatan Tubuh
Namun, ketika ada proses berbeda yang mengikuti ritme dari bagian tubuh yang lain, bisa saja menjadikan malam adalah siang dan siang adalah malam.
"Ketika ritme internal tidak teratur, Anda mengalami stres berkepanjangan dalam sistem tubuh Anda yang kami yakini memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang," kata Van Dongen.
Senada dengan Sleep Foundation, tidur berkualitas di malam hari dengan jadwal rutin penting untuk menunjang kinerja organ, metabolisme, sampai menjaga daya tahan tubuh.
| 7 Manfaat Kembang Kol bagi Kesehatan dan 3 Efek Sampingnya |
|
|---|
| Menggertakkan Gigi Saat Tidur: Pennyebab, Efek, dan Cara Mengatasinya |
|
|---|
| Makanan Aneh yang Ternyata Super Sehat, Kaya Nutrisi yang Terkandung di Dalamnya |
|
|---|
| Nasi Kemarin Sore Lebih Sehat untuk Cegah Gula Darah Naik, Ini Faktanya |
|
|---|
| Kentut Ternyata Bisa Jadi Indikator Kesehatan Usus yang Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/7-BAHAYA-Kerja-Shift-Malam-dan-Begadang-Menurunkan-Kemampuan-Otak-Depresi-dan-Terkena-Diabtes.jpg)