Suharsono Meninggal Dunia

PROFIL Suharsono Bupati Bantul Periode 2016-2021 dan Prestasinya Selama Menjabat

Mantan Bupati Bantul Suharsono dikabarkan meninggal dunia, Minggu (5/5/2024) malam. Inilah profil, biodata, dan prestasinya selama menjabat.

Tayang:
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Hari Susmayanti
DOK. Humas Polsek Pajangan Bantul
PROFIL Suharsono Bupati Bantul Periode 2016-2021 dan Prestasinya Selama Menjabat 

TRIBUNJOGJA.COM - Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Purnawirawan (Purn.) Drs. H. Suharsono adalah mantan Bupati Bantul yang lahir pada 26 Maret 1957 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ia menjabat sebagai Bupati Bantul pada periode 2016 sampai 2021, tepatnya 17 Februari 2016 – 17 Februari 2021.

Pada Minggu (5/5/2024) malam, tersiar kabar duka Suharsono mantan Bupati Bantul telah berpulang.

Menurut informasi yang diterima Tribunjogja.com, Minggu malam, Suharsono dikabarkan meninggal dunia pada usia 67 tahun.

Dirangkum Tribunjogja.com dari Wikipedia dan laman resmi Pemerintah Kabupaten Bantul (Pemkab Bantul), inilah profil dan biodata Suharsono, Bupati Bantul periode 2016 - 2021.

Biodata Suharsono Mantan Bupati Bantul

Suharsono, Bupati Bantul Periode 2016 - 2021
Suharsono, Bupati Bantul Periode 2016 - 2021 (DOK. Humas Polsek Pajangan Bantul)

Nama lengkap dan gelar : Kombes. Pol. (Purn.) Drs. H. Suharsono

Tempat, tanggal lahir : Bantul, 26 Maret 1957

Usia (Mei 2024) : 67 tahun

Meninggal dunia : Minggu, 5 Mei 2024

Istri : Erna Kusmawati

Anak : 

  • Angga Harya Kusuma
  • Rama Harya Kusuma

Periode menjabat sebagai Bupati Bantul : 17 Februari 2016 – 17 Februari 2021

Bupati Bantul pendahulu Suharsono : Sigit Sapto Rahardjo (Plt)

Bupati Bantul pengganti Suharsono : Abdul Halim Muslih

Partai Politik Suharsono : Partai Gerindra

Bupati Bantul Suharsono mengatakan bantuan untuk warga terdampak bencana akan dialokasikan dari APBD.
Bupati Bantul Suharsono mengatakan bantuan untuk warga terdampak bencana akan dialokasikan dari APBD. (TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul)

Riwayat Pendidikan Suharsono 

SD Negeri Jetis (1964-1969)
SMEP Negeri (1970-1972)
SMA Bopkri Yogyakarta (1973-1975)
Universitas Gajah Mada (UGM) (1978-1989)
Sekolah Perwira (SEPA) Polisi Sukarela (1987-1988)
Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri (1997-1998)

Riwayat Jabatan Suharsono 

Kabag PSI Polda Metro Jaya (2001-2005)
Kasubag Renbinnis SDM POLRI (2005-2007)
Kabag PSI Ropers Polda Banten (2007-2015)

Pengalaman Organisasi Suharsono 

Penasihat Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) DIY (sejak 2010)
Penasihat Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) DIY (sejak 2011)

Penghargaan yang pernah diterima Suharsono

Satyalancana Dwidya Sistha (1998)
Bintang Bhayangkara Nararya Polri (2014)

Baca juga: DPD PAN Bantul Jaring 7 Nama untuk Bisa Diusung Maju Pilkada 2024

Baca juga: TPA Piyungan Tutup Total, Pemkab Bantul Ambil Langkah Peningkatan Pengolahan Sampah

Baca juga: DBD di Bantul Terus Bertambah, Capai 130 Kasus pada Caturwulan Awal Tahun 2024

Prestasi Suharsono selama menjabat Bupati Bantul 

Bupati Bantul Suharsono mengatakan akan tetap menggelar sedekah laut tahun depan sebagai bentuk perlawanan atas perusakan yang terjadi di Pantai Baru pada Jumat (12/10/2018) malam lalu.
Bupati Bantul Suharsono mengatakan akan tetap menggelar sedekah laut tahun depan sebagai bentuk perlawanan atas perusakan yang terjadi di Pantai Baru pada Jumat (12/10/2018) malam lalu. (TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul)

Suharsono, mantan Bupati Bantul, pernah mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha pada 2016 saat masih menjabat.

Pada 2017, ia mendapat penghargaaan Parasamya Purna Karya Nugraha serta pengargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sebagai pemkab di Indonesia dengan akuntabilitas kinerja yang baik.

Pada 2020, Suharsono menerima Anugerah TIMES: Pria Inspiratif 2019 versi TIMES Indonesia.

Masih di tahun yang sama, ia juga mendapat penghargaan sebagai Kepala Daerah terbaik di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) DIY.

Berikut beberapa prestasi Suharsono selama menjabat sebagai Bupati Bantul.

1. Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha (2016) 

Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha adalah penghargaan untuk kinerja terbaik berdasarkan hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Penghargaan ini diberikan oleh Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri.

2. Parasamya Purna Karya Nugraha (2017)

Parasamya Purnakarya Nugraha adalah tanda kehormatan yang diberikan kepada sebuah institusi pemerintah atau organisasi yang menunjukkan karya tertinggi pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Penghargaan ini dipersembahkan oleh Presiden.

3. Penghargaan dari Kemenpan RB (2017)

Kabupaten Bantul menerima penghargaan dari Kemenpan RB sebagai Pemkab di Indonesia yang memiliki akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang baik dengan nilai BB.

4. Kepala Daerah terbaik di lingkungan KPPN DIY (2020)

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Suharsono dalam penyaluran Dana Alokasi Khusus Fisik (DAKF) dan Dana Desa (DD) periode semester pertama Tahun Anggaran (TA) 2020.

Bupati Bantul Suharsono memeragakan salam penghormatan sebagai pengganti jabat tangan sebagai antisipasi untuk mencegah persebaran virus Corona
Bupati Bantul Suharsono memeragakan salam penghormatan sebagai pengganti jabat tangan sebagai antisipasi untuk mencegah persebaran virus Corona (TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin)

5. Anugerah TIMES: Pria Inspiratif 2019 versi TIMES Indonesia

Suharsono menerima penghargaan Anugerah TIMES Indonesia sebagai Tokoh Pria Inspiratif 2019 dari TIMES Indonesia. Penghargaan tersebut diterima Suharsono di ruang transit Komplek Parasamya Kabupaten Bantul, Selasa (3/3/2020).

6. Suharsono mencabut aturan larangan tinggal beda agama di Desa Pleret

Mengutip arsip video berita di YouTube Kompas TV, Suharsono pernah mencabut aturan diskriminasi atau intoleran terhadap kelompok tertentu di wilayah Kabupaten Bantul, tepatnya di Dukuh Karet, Desa Pleret, Kabupaten Bantul, DIY.

Sebelumnya, aturan di Dukuh Karet menolak warga non Muslim untuk tinggal di daerah tersebut. Suharsono menilai aturan itu melanggar hukum dan harus diubah sebab kebhinekaan dan NKRI harus dikedepankan.

Suharsono lantas mencabut aturan larangan tinggal beda agama di Pleret. 

Demikian profil Suharsono mantan Bupati Bantul dan prestasinya selama menjabat sebagai bupati.

Sugeng tindak, selamat jalan, Bapak Suharsono.

(Tribunjogja.com/ANR)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved