Berita Kota Yogya Hari Ini
Pentas Pantomim Api Gagasan Akan Digelar di TBY Pada Akhir April 2024
Mereka yang terlibat dalam produksi ini Broto Wijayanto (Yayasan Seni Jemek Supardi), Andy Sri Wahyudi (Bengkel Mime Theatre) dan Ficky Tri Sanjaya
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pentas pantomim akan kembali digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada Selasa 30 April 2024 malam.
Mereka yang terlibat dalam produksi ini Broto Wijayanto (Yayasan Seni Jemek Supardi), Andy Sri Wahyudi (Bengkel Mime Theatre) dan Ficky Tri Sanjaya (Institut Hidup).
Selama 2 bulan ini mereka menggarap sejumlah agenda pantomim, mulai dari workshop, seleksi sutradara, podcast pergelaran, hingga pentas pantomim dan api gagasan.
Baca juga: Pemkab Sleman Ajukan 736 Lowongan CPNS dan PPPK, Ini Formasinya
Pementasan Pantomim dan Api Gagasan menampilkan tiga karya, masing masing karya GMT Jogjadrama berjudul Belajar Menjadi Laki-laki.
Kemudian pantomim kolaborasi Ahmad Jalidu dan Nisa Ramadhani yang mengusung lakon Fireflies Collective Kepada Waktu.
Sementara kolaborasi Ihsan Kurniawan dan Tiaswening Maharsi menyuguhkan Banyumili Art Performance & Anonimime.
Sedangkan kolaborasi Megatruh Banyumili dan Aldo Adriansyah menyuguhkan Program Kolektif Komunitas Pantomim dan Api Gagasan.
"Taman Budaya selalu berusaha menggandeng dan memfasilitasi para narasumber seniman pantomim Yogyakarta sebagai mitra kerjasama untuk mengembangkan ide, gagasan, pengembangan karya pantomim bagi seniman dan masyarakat," Kata Kepala Taman Budaya Yogyakarta Purwiati, saat jumpa pers Jumat (26/4/2024) di TBY.
Purwiati menuturkan pentas pantomim kali ini bertajuk Pantomim dan Api Gagasan dimana para kreator pantomim di Yogyakarta berharap pentas ini menjadi momentum kebangkitan kembali pantomim.
"Harapannya tajuk tersebut dapat mengakomodasi visi dan misi mengenai pantomim di Yogyakarta dalam jangka panjang," ungkapnya.
Sementara itu, Broto Wijayanto dari Yayasan Seni Jemek Supardi menambahkan, pantomim selama ini sering diasumsikan sebagai seni yang tersubordinasi atau terpinggirkan.
Anggapan tersebut muncul karena kurangnya pelaku, karya, peneliti, arsip, sarasehan, workshop, yang secara intens memperbincangkan topik pantomim sebagai disiplin pengetahuan mandiri.
"Sebagai salah satu barometer pantomim di Indonesia, Yogyakarta patut berbangga memiliki sejarah panjang jejak pantomim," ungkap Broto Wijayanto.
Ia menuturkan, perkembangan pantomum di Yogyakarta dimulai dari Wisnu Wardhana seorang seniman asal Yogyakarta yang bersekolah di Modern Dance Connecticut College School of Dance Dramatic Dance and Mime, Tari Jacob’s pillow the University of dance massachusetts, Amerika Serikat (1957), Bagong Kussudiardja yang menciptakan tari di tahun 1954 “Layang-Layang” mengguncang wacana tari di Yogyakarta, tari yang dibuat konon gerak-geriknya menyerupai pantomim.
"Ada pula Moortri Purnomo, salah satu pendiri Bengkel Teater, yang memiliki banyak basis pengalaman pertunjukan (tari, teater dan beladiri) yang turut membangun karya pantomim melalui pengajaran di Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (ASDRAFI), lalu Jemek Supardi, Dedy Ratmoyo, Didi Nini Thowok, Merit Hendra, Djaduk Ferianto, Nur Iswantara," terangnya.
Sebagai informasi, Yogyakarta di tahun 1990an pernah memiliki Gabungan Aktor Pantomim Yogyakarta (GAPY) sebagai wadah pelaku pantomim yang di periode 2000-an.
Dari sini kemudian menumbuhkan banyak kelompok dan generasi baru pantomim Yogyakarta mulai dari Ende Reza, Broto Wijayanto, Bengkel Pantomim Yogyakarta, Kopi Moka, Deaf Art Community, Temu Karya Mimer. (hda)
| Bangun Gedung Baru, Puskesmas Kraton Kota Yogyakarta Segera Direlokasi |
|
|---|
| Kotabaru Ceria, Upaya Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Bangkitkan Atraksi Malam di Jogja |
|
|---|
| Sebanyak 80 Bank Sampah di Kota Yogyakarta 'Mati Suri', Diperlukan Upaya Pembinaan |
|
|---|
| Dukung Sanksi untuk ASN yang Terlibat Judi Online, Forpi Kota Yogyakarta: Cek Gawai Secara Berkala |
|
|---|
| Sanksi Tegas Menanti ASN Pemkot Yogyakarta yang Tergiur Judi Online |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/konsep-pementasan-pantomim-di-TBY-Jumat-2642024.jpg)