Pilkada Sleman 2024
Lurah Hingga Mantan Sekda Ikut Penjaringan Golkar untuk Pilkada Sleman 2024
Tercatat, mulai dari Lurah, politisi hingga mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman telah ikut penjaringan dengan mengembalikan formulir pendaftaran.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penjaringan calon kepala daerah (Cakada) yang diselenggarakan DPD partai Golkar untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sleman tahun 2024 diminati sejumlah kalangan.
Tercatat, mulai dari Lurah, politisi hingga mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman telah ikut penjaringan dengan mengembalikan formulir pendaftaran.
Ketua DPD Partai Golkar Sleman Janu Ismadi mengatakan, penjaringan cakada untuk Pilkada Sleman dibuka partai Beringin selama tiga hari di tanggal 22-24 April 2024. Dalam prosesnya, ada lima orang yang telah mengambil formulir pendaftaran.
Baca juga: FTM UPNVY Kerjasama dengan RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, Optimalkan Pemanfaatan Mata Air Kali Bening
Namun, hingga batas akhir pendaftaran ditutup pada 24 April pukul 16.00 WIB, ternyata hanya tiga orang yang mengembalikan formulir.
"Sampai ditutup jam empat sore tadi baru ada tiga calon yang mengembalikan formulir. Yaitu Harda Kiswaya, Nurcholis Suharman, ini anggota DPRD Provinsi dari Golkar, dan Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur," kata Janu, Rabu (24/4/2024).
Adapun dua calon lainnya yang belum mengembalikan formulir pendaftaran, kata Janu, adalah Ardian Nugroho, seorang akademisi dan Nursya'bani yang berlatar belakang pengusaha Soto Kadipiro.
Bagi kedua calon yang belum mengembalikan formulir pendaftaran, Golkar Sleman memberikan toleransi waktu hingga Kamis (25/4/2024) pukul 12.00 siang.
Nama-nama calon yang sudah mendaftar Cakada, nantinya akan dikirimkan ke DPP Golkar melalui DPD DIY.
Menurut Janu, nantinya akan ada survei dari pusat yang biaya survei tersebut ditanggung oleh para pendaftar.
Calon dengan elektabilitas tinggi yang berpeluang besar untuk dicalonkan maju dari partai pimpinan Airlangga Hartarto tersebut.
Jika melihat kursi di DPRD Sleman, Golkar hanya memiliki enam kursi.
Artinya, untuk mengajukan paket pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Sleman 2024, Partai Beringin harus membangun koalisi dengan partai lain.
Sejauh ini, kata Janu, seiring dengan tahapan penjaringan, pihaknya juga membangun komunikasi intens dengan sejumlah partai.
"Peluang koalisi sangat terbuka dengan siapa saja. Ada yang sudah kita sounding, misalnya dengan PKS dan Gerindra. Dan dalam waktu, kita juga akan sounding dengan PDIP," kata dia.
Janu mengungkapkan, alasan partainya akan membangun komunikasi dengan PDIP karena ada kemungkinan, bakal calon yang bakal diusung sama.
| INI Harta Kekayaan Harda Kiswaya Bupati Terpilih di Pilkada Sleman 2024, Harta Rp 6,1 M Tanpa Hutang |
|
|---|
| Polisi Tetapkan 6 Orang Jadi Tersangka Kasus Money Politic di Pilkada Sleman 2024 |
|
|---|
| Harda-Danang Unggul atas Kustini-Sukamto, Perolehan Suara Terpaut 149.115 Suara |
|
|---|
| Besok, KPU Sleman Mulai Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilkada 2024 |
|
|---|
| Bukan Hanya di Minggir, Bawaslu Sleman Juga Tangani Dugaan Politik Uang di Seyegan dan Depok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)