Idulfitri 1445 H

INI Rangkaian Kegiatan Peringatan Idulfitri 1445 H Keraton Yogyakarta, Kapan Grebeg Syawal Digelar?

Keseluruhan agenda di atas akan disiarkan melalui Instagram live @kratonjogja dan live streaming Youtube Kraton Jogja.

TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
GREBEG SYAWAL - Prosesi Grebeg Syawal yang digelar sebagai wujud syukur dan peringatan hari raya Idul Fitri 1440 H di komplek Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Rabu (5/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar rangkaian peringatan Idulfitri 1445 H/Tahun Jimawal 1957.

Terdapat serangkaian kegiatan yang dilaksanakan Keraton Yogyakarta dalam rangka peringatan Idulfitri tersebut. Ini detailnya:

  • Minggu, 7 April 2024/27 Pasa Jimawal 1957
    Gladi Resik Prajurit Jelang Garebeg Sawal, pukul 15.30-selesai (terbuka)
    Lokasi: Kamandungan Kidul-Magangan-Pagelaran
  • Senin, 8 April 2024/28 Pasa Jimawal 1957
    Numplak Wajik, pukul 15.30-selesai (terbuka)
    Lokasi: Panti Pareden Kompleks Magangan Keraton Yogyakarta
  • Kamis, 11 April 2024/1 Sawal Jimawal 1957
    Hajad Dalem Garebeg Sawal, pukul 10.00-selesai (terbuka)
    Lokasi: Keraton-Kagungan Dalem Masjid Gedhe (Pura Pakulaman, Kepatihan, Ndalem Mangkubumen)
  • Kamis, 11 April 2024/1 Sawal Jimawal 1957
    Ngabekten Kakung, pukul 09.00-selesai
    Lokasi: Keraton Yogyakarta (tertutup)
  • Kamis, 11 April 2024/1 Sawal Jimawal 1957
    Ringgitan Bedhol Songsong lakon Antareja Takon Bapa
    Dhalang: Mas Lurah Cermo Gundholo
    Lokasi: Sasana Hinggil Dwi Abad (Kagungan Dalem Sitihinggil Kidul) Pukul 20.00 WIB-selesai (terbuka)
    Live streaming: Youtube Kraton Jogja
  • Jumat, 12 April 2024, 2 Sawal Jimawal 1957
    Ngabekten Putri, pukul 09.00-selesai
    Lokasi: Keraton Yogyakarta (tertutup)

Keseluruhan agenda di atas akan disiarkan melalui Instagram live @kratonjogja dan live streaming Youtube Kraton Jogja.

Masyarakat diimbau untuk dapat menyaksikan Garebeg dari Kompleks Pagelaran dan Pelataran Masjid Gedhe Keraton Yogyakarta.

Sementara, agenda Hajad Dalem Ngabekten yang dilakukan selama dua hari pada Kamis (11/04) dan Jumat (12/04) bersifat tertutup.

Ngabekten sendiri adalah tradisi sungkeman di Keraton Yogyakarta kepada Ngarsa Dalem dan permaisuri, sebagaimana masyarakat muslim pada umumnya saat merayakan Idulfitri.

Ngabekten diikuti Adipati Pura Pakualaman, Putra dan Mantu Dalem, Wayah Dalem, Kepala Daerah Kabupaten/Kota, Sentana Dalem/Kerabat, dan para Abdi Dalem.

Penambahan Satu Titik Pembagian Pareden Gunungan Garebeg Sawal

Terdapat penyesuaian pelaksanaan Garebeg Sawal tahun ini. Keraton Yogyakarta akan menyediakan lima jenis gunungan, yakni dua Gunungan Kakung, satu Gunungan Estri, satu Gunungan Gepak, satu Gunungan Darat, dan satu Gunungan Pawuhan.

Dengan begitu, total terdapat enam buah gunungan. Gunungan yang telah diinapkan semalam di Bangsal Pancaniti, Kamandungan Lor, akan dibawa oleh Narakarya (kanca abang) melalui Regol Brajanala-Sitihinggil Lor-Pagelaran-keluar lewat barat Pagelaran menuju Masjid Gedhe.

Kompleks Kemandungan Lor Ditutup

Selama pelaksanaan Hajad Dalem Garebeg Sawal, kompleks Kamandhungan Kidul, Kemagangan, Kedhaton dan Kamandungan Lor (Keben) akan ditutup bagi masyarakat umum.

Ditutupnya Kompleks Kemandungan Lor bagi masyarakat umum karena akan digunakan sebagai lokasi para prajurit beristirahat sekaligus menjaga ketertiban dari prosesi Hajad Dalem.

Pada waktu yang sama tengah berlangsung prosesi Ngabekten Kakung di dalam Keraton.

Baca juga: CATAT! Ini 6 Agenda Wisata Jogja yang Bisa Mengisi Libur Lebaran, Ada Kirab Grebeg Syawal

Meski demikian, masyarakat dapat menyaksikan jalannya upacara Garebeg secara langsung di Bangsal Pagelaran dan Halaman Masjid Gedhe Keraton Yogyakarta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved