Ramadan 2024

Mutiara Ramadan: Puasa, Detoks Jiwa Raga

PUASA sebenarnya bukanlah sekadar aktivitas raga, namun sejatinya puasa juga aktivitas batin.

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Guru MAN 3 Bantul Kholif Diniawati MPd BI 

Kholif Diniawati MPd BI
Guru MAN 3 Bantul


PUASA sebenarnya bukanlah sekadar aktivitas raga, namun sejatinya puasa juga aktivitas batin.

Seluruh sikap batin kita, kesabaran, semangat, keikhlasan dan tawakal kita fokuskan hanya kepada Allah.

Begitupun tubuh kita, melakukan pembersihan terhadap seluruh tubuh dari racun yang menumpuk, yang juga disebut dengan detoksifikasi.

Detoksifikasi mampu mengembalikan fungsi metabolisme alami tubuh, membersihkan darah dan cairan tubuh, mempercepat peremajaan sel, mencegah peradangan, serta meningkatkan fungsi kerja organ tubuh, seperti hati, jantung, lambung, usus, dan ginjal.

Seiring dengan pembersihan raga, maka terbentuk pula sikap batin yang baik dan terkendali.

Dengan bersihnya raga dan sucinya jiwa, akan tercipta ketenangan dan semangat dalam hidup, hingga bisa menjalani seluruh takdir kehidupan dengan penuh keikhlasan.

Hal inilah yang seharusnya menjadi dasar kita dalam melaksanakan ibadah puasa di Ramadan setiap tahunnya.

Baca juga: Stok Bahan Pangan di Kulon Progo Diklaim Aman Hingga Idulfitri

Untuk meraih kondisi tersebut, perlu adanya pemahaman dan pengetahuan yang tepat tentang pelaksanaan puasa yang sesuai anjuran serta sunnah yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.

Di antaranya dalam hal makan dan minum, yakni untuk mengonsumsi makan minum selama berbuka dan sahur dengan makanan yang tidak berlebihan, makan sesuai kebutuhan dan bukan sesuai keinginan, berhentilah makan sebelum kenyang.

Dengan melaksanakan sunnah Rasul tersebut, maka detoksifikasi akan berlangsung dengan lancar dan kesehatan raga akan terjaga dengan baik.

Sementara itu untuk kesehatan jiwa, perlu adanya kepasrahan dan keyakinan serta keimanan pada Allah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Dengan melakukan puasa, kita harus mampu menahan diri dan mengatur perasaan sehingga dorongan yang ada di dalam diri dapat dikendalikan dengan baik.

Ketika kita mampu mengendalikan kognitif, emosi, serta psikomotor, maka dipastikan, akan terbentuk jiwa yang tenang dan bisa menempatkan diri secara baik di lingkungan serta berfungsi secara baik untuk pengembangan karakter pribadi.

Hingga puasa yang dilakukan tidak hanya menyehatkan namun juga semakin menambah ketakwaan kepada Allah, sebagaimana firman Allah, surat Al Baqarah: 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Jadi, mari kita lakukan puasa dengan penuh kesungguhan serta melakukan puasa sesuai ajaran yang telah dicontohkan oleh Rosululloh dan juga melakukan penuh keikhlasan hanya mengharap rida Allah semata.

Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan dengan dilandasi iman dan ikhlas mengharap rida Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari).

Semoga Ramadan tahun ini, Allah sucikan dan sehatkan jiwa raga dan Allah ampuni seluruh dosa-dosa kita, sehingga derajat ketakwaan yang Allah janjikan bisa kita raih. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved