Ramadan 2024

Mutiara Ramadan: Momentum Perubahan

TIDAK hanya manusia yang menjalani puasa. Bahkan, hewan-hewan pun melaksanakan puasa dengan waktu yang lama.

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Adib Nur Aziz MPd S3 PAI UIN Sunan Kalijaga Yogya 

Oleh: Adib Nur Aziz MPd
S3 PAI UIN Sunan Kalijaga Yogya

TIDAK hanya manusia yang menjalani puasa. Bahkan, hewan-hewan pun melaksanakan puasa dengan waktu yang lama.

Ulat berpuasa menjadi kepompong selama satu hingga dua pekan hingga berubah menjadi kupu-kupu.

Ular berpuasa untuk berganti kulit juga selama satu hingga dua pekan.

Ayam betina berpuasa saat mengerami telurnya selama tiga pekan hingga telur menetas.

Dari beberapa fenomena pada hewan di atas, bisa kita ambil benang merah bahwa puasa dijalani oleh hewan-hewan tersebut untuk melakukan sebuah perubahan.

Ulat berpuasa agar menjadi kupu-kupu. Ular berpuasa agar kulitnya berganti.

Adapun ayam betina berpuasa agar telur-telur yang dieraminya menetas menjadi anak-anak ayam.

Hewan-hewan tersebut dikatakan berhasil menjalani puasa karena berhasil mencapai misinya yaitu ada perubahan dalam fisik mereka.

Begitu pula kita sebagai manusia beriman yang diperintahkan Allah SWT untuk berpuasa, tentu membawa misi perubahan.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam ujung surat Al Baqarah ayat 183 yang menyebutkan misi utama mengapa manusia diperintahkan untuk berpuasa, yaitu menjadi manusia yang bertaqwa.

Ada perubahan yang signifikan bagi orang-orang yang berpuasa Ramadan, yaitu mereka berubah dari manusia-manusia biasa menjadi manusia-manusia yang bertaqwa.

Banyak sekali kisah-kisah teladan yang bisa kita baca, betapa puasa dan seluruh training yang ada pada bulan Ramadan mampu membuat manusia-manusia berubah.

Ada orang yang mantan pemabuk bisa berubah menjadi orang yang alim karena melewati sebuah Ramadan dengan ibadah-ibadah yang membekas dalam jiwa hingga seusai Ramadan.

Ada orang yang biasa-biasa saja berubah menjadi orang yang haus ilmu hingga bisa meraih gelar doktor dan hafal Alquran 30 juz karena pernah melewati 10 hari akhir Ramadan dengan i’tikaf di masjid secara penuh hingga terbuka fikiran dan hatinya dengan ilmu-ilmu ke-Islaman.

Pertanyaannya adalah, apakah setiap manusia yang berpuasa bisa berhasil meraih misinya?

Fakta menunjukkan betap banyak manusia yang mengisi satu bulan Ramadan melalui ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya dengan penuh lelah, namun di akhir Ramadan tidak mendapatkan apa-apa selain hanya mendapatkan lapar dan dahaga.

Tidak ada perubahan dalam sikap dan perilaku mereka seusai Ramadan pergi. Hal ini seperti ini tentu sangat disayangkan dan kita berharap tidak mengalaminya.

Oleh karena itu, marilah kita jalani training Ramadan ini dengan semangat, antusias, sepenuh jiwa, dan dengan target-target perubahan hidup yang konkret.

Dengan demikian nanti seusai Ramadan, target-target perubahan itu bisa kita evaluasi sejauh mana pencapaiannya.

Puncak perubahan dari manusia yang berpuasa adalah kembali menjadi fitri, sebagaimana bayi yang baru lahir, suci dan terhapus semua dosanya. Semoga kita berhasil mencapainya. Amin. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved