Diskusi Publik Sinau Sejarah, 13 Maret Hadeging Nagari dan Hari Jadi DIY

Penetapan tanggal hari jadi tersebut, lanjut Yazid, awal mulanya dikaitkan dengan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 atau abad ke 18.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Istimewa
Paniradya Kaistimewaan DIY menggelar diskusi publik bertajuk 'Sinau Sejarah - 13 Maret, Hadeging Nagari dan Hari Jadi DIY' di Omah Wayang, Jalan Langenastran Kidul, Kalurahan Panembahan, Kapanewon Kraton, Yogyakarta, Rabu (13/3/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tanggal 13 Maret 1755 telah resmi ditetapkan sebagai Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta, seiring penetapan Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024.

Penetapan tanggal lahir tersebut berdasarkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Hari Jadi DIY yang telah disetujui bersama oleh Pemda DIY dan DPRD DIY.

Dengan disetujuinya Raperda tersebut, DIY merayakan peringatan Hari Jadi ke-269, tepat pada Rabu (13/3/2024).

Bertepatan dengan momen tersebut, Paniradya Kaistimewaan DIY menggelar diskusi publik bertajuk "Sinau Sejarah - 13 Maret, Hadeging Nagari dan Hari Jadi DIY" di Omah Wayang, Jalan Langenastran Kidul, Kalurahan Panembahan, Kapanewon Kraton, Yogyakarta, Rabu (13/3/2024).

Paniradya Pati Kaistimewan DIY,  Aris Eko Nugroho, SP, M.Si mengungkapkan bahwa dengan adanya Hari Jadi DIY, harapan ke depan spirit keistimewaan DIY bisa benar-benar terjaga.

"Kami punya 5 urusan berkaitan dengan keistimewaan tetapi masih punya tantangan yang cukup luar biasa berkaitan dengan 5 tujuan di Undang-Undang 13 tahun 2012, sehingga penetapan Hari Jadi DIY ini menjadi awal yang akan terus berlanjut maka temanya Maju, Sejahtera, Berkelanjutan, dijiwai Kebudayaan dan Keistimewaan," terang Aris.

Aris menambahkan, Pemda DIY tidak bisa bekerja sendiri dalam menyosialisasikan Hari Jadi DIY terutama kepada generasi muda. Sebab itu, Pemda DIY bekerja sama dengan Sekber Keistimewaan DIY dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI).

"Yang mengetahui sejarah betul itu adalah beliau-beliau, sedangkan kami pemerintah ini yang tentu saja berkewajiban untuk memfasilitasi. Sementara itu kalau kita bicara pemerintah daerah, ada berupa ada beberapa OPD yang mempunyai kewajiban untuk bersama-sama menjaga sejarah yang ada di DI Yogyakarta misalnya ada Dinas Kebudayaan, Dinas Pendidikan ada juga Paniradya Kaistimewaan DIY," terang Aris.

"Jadi kami semua berkolaborasi dengan berbagai pihak. Sementara terkait sosialisasi ke generasi muda, tentu saja kita coba lakukan dengan caranya anak muda. Kalau sekarang ini anak muda itu senang untuk mengetahui tentang sejarah itu melalui media film, jadi kami buatkan film. Di Paniradya Kaistimewaan ada film yang bisa dipirsani (dilihat), dokumenter maupun film pendek yang menceritakan sejarah yang ada di DIY," lanjutnya.

"Kemudian juga ada media sosial lain baik Instagram, yang Insyaallah selalu update. Harapannya, semua itu dalam rangka untuk mendekatkan pada anak-anak muda," tambahnya.

Dalam dua tahun terakhir, lanjut Aris, ada Sinau Sejarah dengan menggandeng Sekber Keistimewaan DIY dan AGSI, yang turun langsung ke siswa SMA. Melalui upaya tersebut, diharapkan ada interaksi yang terbangun.

"Maka kewajiban kami tentu saja untuk mencoba untuk memfasilitasi itu, jadi kita upayakan untuk mendekatkan sejarah tadi dengan media sosial dan tentu saja apa yang menjadi pusat perkembangan pada saat ini. Apalagi di dalam visi Ngarsa Dalem, salah satunya berkaitan dengan digitalisasi atau penggunaan teknologi dan informasi," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pansus BA 45 DPRD DIY, H. Muhammad Yazid, S. Ag. menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi DIY ke-269.

"Atas nama pribadi dan juga atas nama anggota dewan mengucapkan selamat Hari Jadi DIY. Saya merasa bangga, menjadi bagian sejarah yang ikut menentukan tentang Hari Jadi DIY, karena kebetulan oleh pimpinan DPRD DIY ditunjuk sebagai Ketua Pansus, kemudian rapat-rapat Pansus, sampai kemudian memutuskan dari sisi anggota dewan, sehingga saya merasa bangga menjadi bagian dari itu," ujar Yazid.

Yazid menambahkan, penentuan tanggal lahir DIY itu bertepatan dengan peristiwa bersejarah Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat atau separuh Nagari Mataram.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved