Disdukcapil Bantul Catat Jumlah Penduduk di Bantul Meningkat 0,4 Persen
Bambang menyebut, secara umum pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bantul tersebar merata di masing-masing wilayah.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul mencatat jumlah penduduk di Kabupaten Bantul meningkat sejumlah 0,4 persen atau setara 3.924 jiwa pada 2023.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, memaparkan selama 2023 ada 972.161 penduduk, sedangkan pada 2022 hanya ada sekitar 968.237 penduduk.
"Jumlah penduduk di Bantul itu menjadi tertinggi kedua di DIY. Jadi, volumenya, setelah Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, baru Kota Yogya," ujarnya kepada Tribunjogja.com, Minggu (11/2/2024).
Bambang menyebut, secara umum pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bantul tersebar merata di masing-masing wilayah.
Akan tetapi, di daerah perbatasan antara Kabupaten Bantul dengan Kota Yogya memiliki grafik pertumbuhan dan kepadatan penduduk yang berbeda.
Pertumbuhan dan kepadatan penduduk itu banyak terjadi di Kapanewon Banguntapan, Sewon, Kasihan, dan Sedayu.
Sebab, di daerah tersebut terdapat pusat pertumbuhan ekonomi dan perdagangan.
"Di sana ada perumahan dan industri. Di Bantul kan perubahan dan industri juga tumbuh terus. Jadi, wilayah yang ada perumahan dan industri juga berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk di suatu wilayah," terang Bambang.
Kendati demikian, ia mengatakan bahwa secara umum, peningkatan penduduk di Bumi Projotamansari itu didorong oleh beberapa faktor.
Mulai dari adanya mutasi penduduk datang, mutasi penduduk keluar, kelahiran hingga kematian.
"Mutasi penduduk datang dari luar Kabupaten Bantul pada 2023, menyentuh angka 12.765 jiwa. Lalu, mutasi penduduk pindah 2023, ke luar Kabupaten Bantul menyentuh angka 8.546 jiwa," jelas dia.
"Setelah itu ada angka kelahiran dan kematian. Tapi, data yang baru saya pegang itu adalah data rata-rata kelahiran pada 2020-2022, sekitar 10.000 jiwa dan data rata-rata kematian pada 2020-2022, sekitar 11.000 jiwa," imbuhnya.
Bambang turut menyinggung soal adanya mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kabupaten Bantul maupun DIY.
Di mana, biasanya mahasiswa itu ada yang kemudian mendapatkan pekerjaan hingga berujung menetap di Kabupaten Bantul, sehingga juga mempengaruhi angka pertumbuhan penduduk.
"DIY kan Kota Pendidikan, mau tidak mau keberadaan mahasiswa yang kuliah itu kemudian menetap menjadi penduduk. Ada di Kabupaten Bantul dan di sejumlah tempat lain. Tapi masih ada juga yang dia itu pakai alamat asal, cuma tinggal di Bantul," tutup Bambang.(*)
| Mudahkan Perantau Urus Pajak Kendaraan, Disdukcapil Sleman Terbitkan 445 STBPPN |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng Premium Naik, DKUKMPP Bantul: Imbas Harga Plastik Nasional |
|
|---|
| Strategi Dinas Kebudayaan Bantul Genjot Kunjungan ke Museum |
|
|---|
| Sukseskan Pilur 2026, KPU dan Bawaslu Bantul Siap Sinergi dengan Pemkab |
|
|---|
| Dana Desa di Bantul Terjun Bebas, Kalurahan Rata-rata Hanya Kebagian Rp373 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)