Ekonomi DIY Tumbuh 5,07 Persen Sepanjang Tahun 2023

Ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta tumbuh 5,07 persen pada tahun 2023. Namun melambat dibanding tahun 2022 yang berhasil tumbuh 5,15 persen (c to c). 

TRIBUNJOGJA.COM/Miftahul Huda
Wisatawan menikmati suasana Malioboro saat siang hari, Selasa (26/12/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh 5,07 persen pada tahun 2023. Namun melambat dibanding tahun 2022 yang berhasil tumbuh 5,15 persen (c to c). 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajarwati mengatakan struktur perekonomian DIY tahun 2023 didukung oleh industri sebesar 11,82 persen, lapangan usaha pertanian sebesar 10,23 persen, akomodasi dan makan minum sebesar 10,18 persen, infokom sebesar 10,06 persen, dan konstruksi sebesar 9,43 persen. 

"Dari lima lapangan usaha yang paling dominan ini menyumbang 51,72 persen terhadap perekonomian DIY," katanya, Senin (05/02/2024). 

Ia menerangkan pertumbuhan industri pengolahan menguat dibandingkan tahun 2022. Pada industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 4,81 persen seiring meningkatnya permintaan karena kenaikan kunjungan wisatawan dan juga ekspor.

Sementara industri tekstil dan pakaian jadi mengalami kenaikan yang didorong oleh permintaan pasar di DIY maupun permintaan dari luar provinsi terutama untuk industri tekstil dan pakaian jadi.

Pada tahun 2023 ini, sektor pertanian tetap tumbuh positif, meskipun melambat yang disebabkan oleh el nino.

Di sisi lain produksi tanaman bawang merah dan cabai meningkat. Bahkan bawang merah harga jualnya cenderung tinggi dan produktivitas mencapai 24 ton per hektar.

"Produksi tanaman perkebunan mengalami peningkatan terutama kelapa. Kemudian produksi hasil peternakan terutama produksi daging dan telur meningkat," terangnya. 

Baca juga: Marak Perguruan Tinggi Kerjasama dengan Pinjol, Ini Kata Kepala OJK DIY

Pertumbuhan penyediaan akomodasi dan makan minum masih cukup tinggi namun melambat dibandingkan tahun 2022.

Hal ini didukung oleh penyelenggaraan meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) di DIY baik yang berskala lokal maupun nasional, juga meningkatnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. 

Seluruh lapangan usaha di DIY tumbuh positif pada sepanjang tahun 2023. Ada tiga lapangan usaha yang tumbuh signifikan, bahkan mencapai dua digit.

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan paling tinggi adalah jasa keuangan yang tumbuh 10,29 persen, selisih tipis dengan transportasi yang tumbuh 10,27 persen, disusul oleh akomodasi dan makan minum sebesar 8,72 persen. 

"Pada tahun 2023, penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi yaitu 0,79 persen. Kemudian infokom dengan andil 0,70 persen, industri sebesar 0,49 persen, transportasi sebesar 0,48 persen, dan lapangan usaha lainnya 2,61 persen," lanjutnya. 

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY, Yuna Pancawati menambahkan Pemda DIY akan terus menjaga pertumbuhan ekonomi DIY. Menurut dia pertumbuhan ekonomi DIY yang positif ini adalah kerja keras seluruh pihak. 

"Tantangannya bagaimana bisa berkolaborasi dan bersinergi, tidak bisa hanya salah satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) saja, melainkan semua OPD terkait diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian di DIY. Harus ada kolaborasi juga dengan sektor swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat," imbuhnya. (maw) 
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved