Anggaran Untuk Subsidi Ongkir Mitra SiBakul Jogja Naik Jadi Rp3 Miliar
Kabid Kewirausahaan Dinas Koperasi UKM DIY, Wisnu Hermawan mengatakan anggaran untuk ongkir mitra SiBakul Jogja meningkat.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Koperasi dan UKM DIY masih memberikan subsidi ongkos kirim (ongkir) bagi pelaku UMKM yang tergabung dalam SiBakul Jogja.
Program subsidi ongkir tersebut telah bergulir sejak 2020 lalu.
Kabid Kewirausahaan Dinas Koperasi UKM DIY, Wisnu Hermawan mengatakan anggaran untuk ongkir mitra SiBakul Jogja meningkat.
Tahun ini, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk subsidi ongkir.
"Ada peningkatan dari Rp2,5 miliar tahun 2023, menjadi Rp3 miliar. Semoga awal Februari sudah bisa jalan," katanya, Jumat (26/01/2024).
Ia menyebut anggaran untuk subsidi ongkir memang naik setiap tahunnya.
Saat pertama kali digulirkan, anggaran untuk subsidi ongkir hanya Rp200juta.
Namun karena setiap tahun jumlah UMKM yang mengakses semakin banyak, maka anggaran untuk subsidi terus meningkat.
Awalnya gratis ongkir hanya dimanfaatkan oleh sekitar 200 UMKM.
Namun seiring berjalannya waktu, jumlah UMKM yang memanfaatkan subsidi ongkir bertambah hingga 5.000 UMKM.
Meski mekanisme subsidi ongkir terbuka bagi semua mitra SiBakul, namun pihaknya tetap melakukan kurasi.
Tujuannya agar produk yang diterima oleh konsumen adalah pdoduk yang berkualitas.
Pihaknya juga rutin melakukan evaluasi. Sehingga layanan gratis ongkir tidak digunakan oleh UMKM tertentu saja.
"Kalau yang sudah laris, otomatis terkunci, sehingga tidak diprioritaskan. Kami prioritaskan yang belum laris, sehingga semua UMKM bisa terbantu dengan layanan kami," ujarnya.
| Beli Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali, Pedagang BBM Eceran Ditangkap Polisi Magelang Kota |
|
|---|
| Jemaah Kulon Progo Dapat Subsidi Biaya Haji dari Pemerintah Pusat Akibat Kenaikan Harga Avtur |
|
|---|
| Rusia Siap Pasok Indonesia, Harga BBM Bersubsidi Dipastikan Tidak Naik |
|
|---|
| Warga Sleman Lega, Pemerintah Beri Kepastian Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026 |
|
|---|
| Harga BBM Subsidi Stabil, Pelaku Usaha di Bantul: Lega, Tapi Tetap Harus Jaga-jaga, Berhitung Ulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)