Harga BBM Subsidi Stabil, Pelaku Usaha di Bantul: Lega, Tapi Tetap Harus Jaga-jaga, Berhitung Ulang
Ia merasakan lega dan senang ketika pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak naik hingga akhir tahun 2026.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026.
- Kabar ini membuat pelaku UMKM di Bantul merasa lega setelah sempat khawatir.
- Usaha kecil seperti catering dan warung makan sangat bergantung pada BBM subsidi untuk operasional.
- Masyarakat mengapresiasi kebijakan ini karena dianggap sesuai dengan kebutuhan mereka.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah memberikan kepastian bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Kabar itu membuat masyarakat, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, merasa lega.
Sempat ketar-ketir
Sidiq Heri (37), pelaku usaha catering di Banguntapan, mengaku telah mendengar kabar tersebut. Namun, ia sempat ketar-ketir, apalagi saat menjelang awal April 2026 kemarin. Sebab, ia sempat mendengar isu bahwa harga BBM akan naik per 1 April 2026.
"Kemarin, wah saya kena April mop. Kan sempat ada isu kalau BBM mau naik, jadi saya mau enggak mau, sempat harus menghitung ulang bagaimana caranya agar usaha saya tetap dapat margin (keuntungan) ketika BBM naik," ucapnya, kepada Tribunjogja.com, Selasa (7/4/2026).
Penghitungan ulang margin dilakukan karena usahanya tergolong belum berkembang pesat dan masih dalam tahap rintisan. Maka dari itu, ia masih mengandalkan BBM subsidi berupa bensin dan gas elpiji tiga kilogram untuk menopang jalannya usaha.
"Kalau mengantar catering tentu butuh bensin ya. Karena usaha saya belum besar dan sehari butuh sekitar lima sampai 10 liter bensin untuk mengantar catering ke konsumen, jadi saya sering pakai BBM yang subsidi," ujar Sidiq.
Akhirnya lega
Kendati begitu, kini ia merasakan lega dan senang ketika pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak naik hingga akhir tahun 2026.
"Saya dengar kabar BBM tidak naik sampai akhir tahun itu dari televisi. Saya langsung lega. Tapi tetap saja, saya harus jaga-jaga, karena selepas akhir tahun nanti kita belum tahu kondisi harga BBM seperti apa," jelasnya.
Senada, Wati (50), salah satu pemilik warung makan di Kapanewon Bantul, mengaku senang dengan kebijakan pemerintah kali ini. Ia turut mengucap rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah memikirkan nasib masyarakat.
Kebijakan pemerintah kali ini...
"Biasanya kan kalau buat kebijakan rada gimana gitu. Enggak selaras dengan yang diharapkan masyarakat. Tapi, kali ini ternyata pemerintah memberikan kabar baik. Tentu, saya harap kabar baik ini dapat bertahan lama ya," pinta dia.
Ia pun menceritakan bahwa selama ini kerap mengandalkan pengunaan BBM subsidi. Sebab, terkadang ada konsumen yang meminta mengantarkan pesanan makanan dalam jumlah yang banyak.
"Kadang tu ada yang pesan makan minta kami yang antar. Padahal saya kan ada aplikasi gofood juga. Tapi, karena sudah langganan dan beli dalam porsi yang banyak, jadi dia minta diantar. Nah untuk ngantar itu, saya pakai kendaraan motor yang BBM-nya subsidi biar tetap untung," tutup dia.(nei)
| Pengembangan Pansela Wilayah Bantul, Master Plan Disusun: Padukan Konsep Modern |
|
|---|
| Sensus Ekonomi DIY Dimulai Mei 2026, Fokus Bidik Lonjakan Pelaku E-Commerce |
|
|---|
| Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun, Pekerja Swasta dan Seni di Yogyakarta Lega |
|
|---|
| Sebanyak 124 SMP dan MTs di Bantul Gelar Tes Kemampuan Akademik |
|
|---|
| Dishub Bantul Lakukan Pemeriksaan KIR Kendaraan Niaga, Ini Hasil Temuannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/SPBU-Candimas-di-Jalur-Jogja-Wates-Jadi-Langganan-Pemudik-Fasilitasnya-Bersih.jpg)