Bondho Gongso, Pewaris Sekaligus Pengrajin Gamelan yang Masih Bertahan
Bondho Gongso merupakan tempat produksi alat musik tradisional atau gamelan.
Dalam proses pengelasan, dibutuhkan keterampilan yang jeli agar dapat menghasilkan hasil las yang rapi dan tidak memiliki rongga, karena hal itu akan mempengaruhi terhadap nada yang akan dihasilkan.
Setelah terbentuknya lingkaran maka harus ditempa mengelilingi bahu untuk dapat menghasilkan lekukan di setiap sudut bahu.
Pada tahap ini, bahu harus ditempa berulang-ulang agar dapat menghasilkan sudut-sudut yang rapi, hal itu juga akan mempengaruhi terhadap hasil akhir nadanya.
Berdasarkan pengalaman dalam pembuatan gamelan, Trisuko mengakui proses pembuatan gong merupakan proses yang tersulit di antara gamelan yang lainnya.
Hal itu dikarenakan, gong memiliki tiga bagian yang dirangkai menjadi satu dengan cara pengelasan. Setiap ukuran diameter gong juga harus menyesuaikan terhadap ukuran bagian-bagian gong yang lainnya, seperti rai, pencu, dan blengker.
Setiap bagian tersebut harus memiliki ukuran yang sesuai agar dapat disatukan dengan pengelasan.
Berbeda dari gamelan yang lain, gong merupakan alat musik yang digantungkan, sehingga gong membutuhkan alat untuk menggantungkan yang bernama gayor.
Sedangkan gamelan lain membutuhkan alat sebagai pangkon atau pangkuan yang bernama rancakan.
Gong adalah alat musik gantung, hal itu membuat gong sangat sulit dalam proses laras atau menemukan nada sehingga dapat menjadi suatu keunikan dalam pembuatan gong ataupun alat-alat musik lainnya seperti bendhe, kempul ataupun suwukan.
Setelah bahu, pencu, dan rai disatukan, tahap selanjutnya merupakan tahap pemolesan atau merapikan bekas dari hasil las.
Proses pemolesan merupakan suatu detailing yang harus dilakukan agar menjamin pada hasil akhir dari gong.
Proses pemolesan dilakukan dengan tujuan agar gong terlihat rapi, hal itu menjadi suatu point penting dalam pembuatan gong, karena kerapian menjadi suatu identitas dari pengrajin gamelan.
Tahap akhir dari pembuatan gong adalah menemukan nada yang sesuai, tinggi rendahnya nada ditentukan dari ukuran gong.
Proses laras gong bisa dikatakan proses tersulit dibandingkan dengan jenis gamelan lainnya, berbeda dengan saron, demung, bonang, dll yang merupakan alat musik yang diletakan di atas rancakan.
Rancakan merupakan bagian alat gamelan yang dibuat dari kayu untuk menaruh bonang, saron dan sebagainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bondho-Gongso-Pewaris-Sekaligus-Pengrajin-Gamelan-yang-Masih-Bertahan.jpg)