Bondho Gongso, Pewaris Sekaligus Pengrajin Gamelan yang Masih Bertahan
Bondho Gongso merupakan tempat produksi alat musik tradisional atau gamelan.
Setiap gamelan memiliki proses pada setiap bagiannya, Bondho Gongso membuat gamelan tersebut menggunakan alat-alat yang manual, maka dari itu sangat dibutuhkan keterampilan dan keuletan dalam pembuatan gamelan.
Dalam seperangkat gamelan terdapat alat musik gantung yang dinamakan gong, gong memiliki makna yaitu agung atau besar, mengandung arti bahwa Allah itu Maha Besar, segala sesuatu terjadi atas
kehendak Allah.
Setiap peristiwa yang terjadi sebagai pengingat kita terhadap kebesaran.
Allah yang tersimbolkan dalam gong yang merupakan alat paling besar dalam seperangkat gamelan.
Gong memiliki tiga bagian, yaitu rai, bahu, dan pencu. Pembuatan rai merupakan proses awal pembuatan gong.
Rai gong dibuat menggunakan bahan dasar lempeng logam, lalu dibentuk menjadi lingkaran atau bisa disebut rai
dengan menyesuaikan nada yang akan digunakan.
Semakin besar diameter rai, maka semakin rendah nadanya, begitu juga sebaliknya.
Lempengan logam ditempa menggunakan palu mengelilingi lingkar dari lempengan besi sesuai dengan alur yang sudah dibuat.
Hal itu dilakukan untuk dapat membuat suatu lekukan yang akan memudahkan dalam tahap selanjutnya.
Rai gong sendiri dalam Bahasa Indonesia merupakan suatu permukaan pada gong, karena gong terdapat beberapa bagian, yang salah satunya adalah rai.
Diameter rai tergolong cukup banyak kategorinya, rai yang berdiameter 20 inch-30 inch merupakan bendhe, 40 inch-50 inch adalah kempul, 60 inch – 75 inch adalah suwukan, dan gong sendiri merupakan yang terbesar yaitu berukuran 80 inch hingga 100 inch.
Bahu merupakan lempengan logam berbentuk setengah lingkaran yang dihubungkan setiap ujungnya, setiap ukuran bahu juga menyesuaikan ukuran dari rai gong.
Setiap ujung bahu dihubungkan dan dilakukan proses pengelasan sehingga terbentuk sebuah lingkaran.
Langkah berikutnya merupakan pembuatan pencu, pencu merupakan bagian tengah dari gong yang dipukul. pembuatannya hampir sama dengan bahu, yaitu berupa lempengan logam yang ditempa menggunakan palu hingga berbentuk setengah lingkaran.
Sebelum tahap penyesuaian nada, setiap bagian dari gong dirangkai menggunakan teknik pengelasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bondho-Gongso-Pewaris-Sekaligus-Pengrajin-Gamelan-yang-Masih-Bertahan.jpg)